Kasus Naik Jip, Dispar Sleman Diminta Galakkan Pembinaan Pengelola Wisata
KRJOGJA.COM | 03/06/2021 17:13
Kasus Naik Jip, Dispar Sleman Diminta Galakkan Pembinaan Pengelola Wisata
Sejumlah wisatawan menggunakan jasa Jeep Lava Tour Merapi di kawasan Kalikuning, Cangkringan, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu, 7 November 2020. Hingga Sabtu (7/11), Jeep Lava Tour Merapi tetap beroperasi dengan rute di luar zona lima km dari puncak Gunung Merapi menyusul naiknya status Gunung Merapi dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III). ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

SLEMAN, KRJOGJA.com – Komisi B DPRD Kabupaten Sleman angkat bicara terkait wisatawan ‘diharuskan’ naik jip saat menuju petilasan Mbah Marijan. Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman diminta untuk menggalakkan pembinaan kepada pengelola pariwisata di Lereng Gunung Merapi. Tujuannya agar kejadian yang ‘mengharuskan’ wisatawan naik jip di Lereng Gunung Merapi tak terulang kembali.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sleman Banudoyo Manggolo SKom menyayangkan, adanya wisatawan yang ‘diharuskan’ naik jip saat akan naik ke petilasan Mbah Marijan. Hal itu akan merusak citra pariwisata di Kabupaten Sleman. “Mungkin itu dilakukan oleh oknum saja. Tapi kami sangat menyayangkan kejadian itu. Dikhawatirkan ini akan membuat wisatawan takut untuk berkunjung ke kawasan Lereng Merapi,” kata Banudoyo, Rabu (2/6/2021) malam.

Untuk itu, anggota Fraksi Golkar ini meminta kepada Dispar dan dinas terkait melakukan investigasi terkait kejadian tersebut. Selain itu juga menggalakkan pembinaan kepada para pengelola atau pelaku pariwisata, khususnya di Lereng Merapi.

“Kami minta itu ditelusuri kebenarannya. Kemudian dilakukan pembinaan terhadap pelaku yang melakukannya. Termasuk juga menggalakkan pembinaan ke pengelola atau pelaku pariwisata supaya kejadian ini tak terulang kembali,” tegas Banu.


Pihaknya juga mengimbau kepada pengelola atau pelaku pariwisata tidak memanfaatkan untuk kepentingan sesaat yang dapat merusak citra wisata di Sleman. Diantaranya jangan memaksa wisatawan atau menaikkan harga yang tidak wajar.

“Pelaku wisata harus mempunyai rasa memiliki terhadap wisata di Sleman. Supaya mereka menjaga jangan sampai wisatawan kecewa atau kapok datang kembali,” imbaunya.

krjogja.com


BERITA TERKAIT