Penyekatan di Pintu Masuk Diintensifkan, Aktivitas Warga Yogya Masih Tinggi
KRJOGJA.COM | 14/07/2021 09:37
Penyekatan di Pintu Masuk Diintensifkan, Aktivitas Warga Yogya Masih Tinggi
Kawasan Tugu Jogja diberi pagar keliling guna menghalau wisatawan berswafoto, Senin, 11 Januari 2021. Tempo/Pribadi Wicaksono

YOGYA, KRJOGJA.com – Selama sepekan PPKM Darurat diberlakukan di Kota Yogya, mobilitas kendaraan berhasil berkurang cukup drastis. Akan tetapi aktivitas masyarakat masih tergolong tinggi. Oleh karena itu penyekatan di pintu masuk Kota Yogya semakin diintensifkan.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya Heroe Poerwadi, menjelaskan keberhasilan PPKM Darurat sangat bergantung dari kesadaran masyarakat. “Untuk volume kendaraan sudah berkurang sekitar 57 persen. Tetapi mobilitas warga masih tergolong tinggi. Fokus kami bagaimana mobilitas warga bisa berkurang,” jelasnya, Senin (12/7/2021) malam.

Pengetatan pengawasan mobilitas dilakukan dengan memberlakukan penyekatan di beberapa ruas jalan selama 24 jam. Penyekatan di antaranya dilakukan di simpang Wirobrajan dari arah barat, simpang Pingit ke selatan, simpang Tugu ke selatan, simpang Gejayan ke barat, dan simpang Muja-muju. Sedangkan Simpang Jalan Imogiri Barat dan Jalan Parangtritis menuju ke Kota Yogya ditutup 24 jam.

Petugas gabungan dari unsur Dinas Perhubungan, Sat Pol PP, kepolisian dan TNI juga rutin melakukan penyekatan di pintu masuk Kota Yogya. Selain itu, petugas juga melakukan patroli untuk melihat apakah kantor atau tempat usaha mematuhi aturan PPKM Darurat. “Khususnya kepatuhan terhadap persentase karyawan yang WFO atau WFH bagi sektor esensial dan kritikal. Perkantoran non esensial dan kritikal juga akan kami awasi apakah menerapkan 100 persen WFH atau tidak,” imbuh Heroe.

Heroe mengaku, dinamika pertambahan kasus yang masih tinggi akhir-akhir ini belum bisa menjadi patokan keberhasilan PPKM Darurat. Hal ini karena fluktuasi tersebut merupakan hasil perkembangan kasus sejak dua minggu atau sepuluh hari lalu sebelum PPKM Darurat diberlakukan. Hasil PPKM Darurat pun baru bisa dilihat paling cepat pada 15 Juli mendatang dan setelahnya.

Dirinya berharap agar seluruh lapisan masyarakat mampu menerapkan ketentuan PPKM Darurat dengan baik. Terutama dengan membatasi aktivitas di luar rumah kecuali kebutuhan yang sangat penting karena sebaran Covid-19 masih tinggi. Posko atau satgas di tingkat wilayah terutama RT, RW atau kampung juga diberikan keleluasaan dalam menutup akses wilayahnya ketika kasus di sana tergolong tinggi.

“Kalau kita bisa bareng-bareng di rumah saja maka penurunan kasus bisa optimal. Bahkan tidak sekadar menurunkan angka melainkan benar-benar menghentikan sebaran yang ada di Kota Yogya,” harapnya.

 krjogja.com


BERITA TERKAIT