Gerbang Tol Gondangrejo Ditutup Total
KRJOGJA.COM | 25/07/2021 16:00
Gerbang Tol Gondangrejo Ditutup Total
Petugas kepolisian menyusun pembatas saat akan menutup jalan dalam rangka pembatasan mobilitas warga guna menekan penyebaran COVID-19 di Jalan POM IX, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 23 Juni 2021. Pembatasan tersebut dilakukan mulai pukul 21.00 WIB hingga 00.00 WIB di delapan titik persimpangan di Kota Palembang. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Minimnya kendaraan keluar masuk gerbang tol Gondangrejo, Karanganyar membuat Polres menarik personelnya dari titik penyekatan itu. Namun bukan berarti lalu lintasnya dibuka, justru diportal supaya tak bisa dilewati.

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Sarwoko mengatakan penutupan akses jalan di gerbang tol Gondangrejo merupakan hasil evaluasi pemberlakuan penyekatan kendaraan di ruas jalan bebas hambatan itu selama berlangsung PPKM darurat. Di pintu gerbang tol wilayah Karanganyar itu nyaris tanpa dilewati mobil maupun truk. Keberadaan petugas penyekatan di sana menjadi kurang efektif, sehingga digeser ke kegiatan lain di pintu tol. Sebagai gantinya, dipasang portal pintu tol.

“Penutupannya 24 jam sampai PPKM darurat berakhir. Dimulai hari ini. Tak boleh lewat kendaraan apapun meski dengan keperluan apa saja. Entah itu kritikal maupun esensial,” katanya kepada wartawan, Jumat (23/07/2021).

Satlantas Polres Karanganyar tak mengizinkan keluar masuk kendaraan di gerbang tol Gondangrejo, Karanganyar meski keperluan apapun. Ia meyakini penutupan total pintu tol Gondangrejo tak menimbulkan efek signifikan. Itu disebabkan tiada kendaraan lewat di sana berdasarkan pantauan Satlantas selama pemberlakuan penyekatan 16-22 Juli 2021.

Meskipun pintu tol Gondangrejo ditutup total tanpa memberikan akses sama sekali, namun berbeda diterapkan di tiga pintu tol di Karanganyar lainnya. Menurut Kasatlantas, tiga pintu tol lainnya masih mendapatkan akses untuk sektor kritikal dan esensial. Sehingga, kendaraan yang akan melintas bisa melalui jalur tersebut. Tiga pintu tol itu di Ngasem dan Klodran Colomadu serta Kebakkramat.

“Kalau tiga pintu tol lainnya tidak kami tutup total aksesnya karena frekuensi kendaraan yang melintas termasuk tinggi. Jadi kami tidak akan menutup total. Hanya saja memang sektor tertentu saja yang boleh melintas dengan melewati skrining terlebih dulu,” imbuhnya.

Adapun skrining yang dimaksudkan adalah menunjukkan dokumen perjalanan dan surat yang dibutuhkan di sektor kritikal maupun esensial. “Tiada petugas di pintu tol Gondangrejo bukan berarti tanpa pengawasan. Kita selalu patroli rutin di semua jalur tol dengan mitra,” katanya.

Sementara itu penggunaan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) terbukti ampuh meloloskan penggunanya saat melewati penyekatan aparat di jalan tol. Surat tersebut menerangkat pengemudi mengangkut kebutuhan esensial dan kritikal dari perusahaannya.

Kabid Hubungan Industrial Disdagnakerkop UKM, Hendro Prayitno mengatakan pemerintah daerah memfasilitasi penerbitan STRP untuk memudahkan distribusi kebutuhan urgen. Distribusinya tak boleh terhalang meski dilakukan penyekatan di jalur lalu lintas.

“Di tol memang dilakukan penyekatan. Kemudian terbit SE Kemenhub bahwa pemerintah daerah dipersilakan membuat surat jalan. Nah, itu berupa STRP. Di dalam surat itu dibubuhkan tandatangan pejabat Dinas Perhubungan, Polres dan Disdagnakerkop. Isinya agar petugas penyekatan membolehkan nama yang tertera di NIK agar boleh lewat,” kata Hendro.

krjogja.com


BERITA TERKAIT