Terdata di Sukoharjo, 500 Anak Kehilangan Orang Tua karena Covid-19
KRJOGJA.COM | 30/08/2021 17:00
Terdata di Sukoharjo, 500 Anak Kehilangan Orang Tua karena Covid-19
Ilustrasi anak terluka. guiainfantil.com

SUKOHARJO, KRJOGJA.com- Pandemi virus Corona sejak tahun 2020 lalu hingga tahun 2021 sekarang membuat 500 anak menjadi yatim, piatu dan yatim piatu setelah bapaknya meninggal, ibunya meninggal atau kedua orangtuanya baik bapak dan ibunya meninggal semua karena terpapar virus Corona. Angka tersebut merupakan hasil pendataan di 12 kecamatan. Dari sebanyak 500 anak tersebut diketahui ada 31 anak menjadi yatim piatu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti, Senin (30/8/2021) mengatakan, sejak pandemi virus Corona 2020 lalu hingga sekarang 2021 terdata total ada 500 anak menjadi yatim, piatu dan yatim piatu. Anak-anak tersebut ditinggal salah satu hingga kedua orang tua karena meninggal terpapar virus Corona.

“Sebanyak 500 anak tersebut merupakan data akumulasi sejak pandemi virus Corona tahun 2020 hingga Juli 2021,” katanya.

Sejauh ini Pemkab Sukoharjo telah selesai melakukan pendataan langsung bergerak memberikan perhatian pada 31 anak yatim piatu tersebut. Rencananya 31 anak yatim piatu akan dimasukan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sehingga kedepan bisa mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Pemkab Sukoharjo akan mengusulkan ke pusat agar 31 anak yatim piatu tersebut masuk antrean karena daerah hanya bisa mengusulkan saja,” kata Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

Bupati menambahkan, Pemkab Sukoharjo bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo terus menyalurkan bantuan pada anak yatim piatu yang kedua orangtuanya meninggal dunia akibat terpapar virus Corona. Seperti dilakukan pada dua anak yatim piatu dari Desa Palur, Kecamatan Mojolaban dan Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura.

Bantuan diberikan bersifat stimulan untuk pendidikan dan biaya hidup masing-masing menerima uang tunai Rp 5 juta dan paket sembako.


Ketua Baznas Sukoharjo Sardiyono mengatakan, sejak Januari hingga Juni 2021 Baznas Sukoharjo sudah menyalurkan bantuan sekitar Rp 1 miliar. Rata-rata bantuan tersebut diberikan terkait dampak pandemi virus Corona.

Bentuk bantuan yang sudah disalurkan Baznas Sukoharjo dalam berbagai kebutuhan seperti APD, hand sanitizer, paket sembako maupun bantuan biaya pendidikan.

krjogja.com


BERITA TERKAIT