Mahasiswa PIP Semarang Tewas Dihujani Pukulan Lima Seniornya
KRJOGJA.COM | 11/09/2021 10:57
Mahasiswa PIP Semarang Tewas Dihujani Pukulan Lima Seniornya
Ilustrasi Pengeroyokan. huffingtonpost.com

EMARANG, KRJOGJA.com– Misteri tewasnya Zidan Muhamad Faza (21), mahasiswa Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang secara tidak wajar terkuak. Semula pada Selasa (7/9/2021) dilaporkan korban merenggang nyawa akibat ditendang seorang seniornya setelah terlibat serempetan motor di jalan.

Tetapi, tidak tahunya laporan itu cuma rekayasa, meski seorang senior korban bernama Caesar Ricardo (22) berjibaku rela dijebloskan di balik terali besi. Tetapi, dengan terbongkarnya kejadian sebenarnya Zidan tewas dihujani pukulan para seniornya, maka sekarang tidak saja Caesar, tetapi juga keempat rekannya diseret masuk sel Polrestabes Semarang.

“Kasus kematian Zidan semula,memang dlaporkan akibat ditendang Caesar setelah terlibat serempetan motor di jalan, tetapi tidak tahunya korban dianiaya para seniornya di kos kosan mess Indoraya jalan Genuk Krajan Semarang," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, Jumat (10/9/2021).
Kapolrestabes menyebutkan terungkapnya kebohongan Caesar Ricardo asal Mojosongo, Jebres Surakarta setelah petugas melakukan olah TKP di lokasi kejadian serempetan motor yang disebutkan mahasiswa tersebut.

Dari beberapa orang saksi di sekitar lokasi serepetan jalan Tegalsari Barat ketika ditemui petugas justru kaget. Sebab, sesuai waktu saat kejadian disebutkan Caesar tidak terjadi kecelakaan serempetan,apalagi keributan. Kemudian, penyidik mengecek di RS Roemani, tempat korban Zidan dirawat. Dari bukti petunjuk,termasuk CCTV RS Islam tersebut semakin membuka tabir kebohongan Caesar. Yang akhirnya, mahasiswa PIP angkatan 54 setelah terdesak akhirnya mengakui kalau yuniornya, Zidan mahasiswa angkatan 55 tewas akibat dihujani pukulan ia bersama empat rekan seangkatan.

Keempat rekan Caesar masing masing Aris Riyanto (25) alamat desa Dawung, Sugihan Grobogan, Andre Arisprilla (25) alamat Bintoro Demak, Albert Jonathan (23) alamat mess Sumatera, Wonodri Baru II Semarang dan Budi Darmawan (22) alamat Bringin Asri Wonosari, Ngaliyan Semarang. Kelima taruna PIP yang akan mengakiri kuliah setelah praktek lapangan itu ditetapkan sebagai tersangka dijebloskan di sel.

Kasat Reskrim AKBP Donny Lumbantoruan dan Kasi Humas AKP Faisal menyebutkan tersangka Caesar pada awal laporan menyebutkan perselisihannya dengan korban setelah terjadi serempetan ingin menyelematkan keempat tekannya. Seolah ia ingin menanggung sendiri, meski berhadapan dengan hukum.

Aksi penganiayaan secara bersama sama mengakibatkan Zidan tewas, bermula dari undangan para pelaku terhadap juniornya sebanyak 15 orang, termasuk korban Zidan. Mereka pada Senin(6/9/2021) malam sekitar pukul 20.00 diundang acara berkumpul bersenang senang menyambut masuk lagi setelah praktek di luar kampus ,yakni di Mess Indoraya jalan Genuk Krajan II/8 Gemuksari Semarang. Namun, para yunior setelah sampai tujuan tidak menduga jika seniornya menyuruh berdiri berjajar, lalu satu persatu mereka dihujani pukulan tangan kosong ke arah ulu hati .

Pertama kali melepas pukulan terhadap Zidan dan 14 rekannya seangkatan tersangka Aries, lalu Albert Jonathan, Budi Darmawan, disusul Andre Aprilla dan terakhir Caesar Richardo. Semua pukulan di arahkan ke bagian ulu hati. Korban Zidan yang mendapat giliran pukulan keras terakhir diluncurkan Caesar langsung jatuh tersungkur tidak sadarkan diri.

Kemudian, korban dalam keadaan tidak sadar dilarikan ke RS Roemani. Namun, tidak beberapa lama kemudian, korban dibawah penanganan dokter menghembuskan nafas terakhir.
Tersangka Budi Darmawan mengelak aksi penganiayaan akibat dedam kusumat terhadap yuniornya. Katanya, tindakan secara fisik itu sebagai pembinaan TALKA (Tata Laksana Angkatan Laut dan Pelabuhan).

krjogja.com


BERITA TERKAIT