Banyak Sampah dari Luar Daerah, Ini Tindakan DLH Kabupaten Magelang
KRJOGJA.COM | 28/01/2022 13:05
Banyak Sampah dari Luar Daerah, Ini Tindakan DLH Kabupaten Magelang
Alat berat saat mengeruk tumpukan sampah kayu dan bambu yang tersangkut di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Tumpukan sampah seberat 80 ton diangkut menggunakan alat berat dan dimasukkan ke dalam puluhan truk untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

MAGELANG, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, Sarifudin mengatakan, untuk menanggulangi masalah sampah di wilayah Kabupaten Magelang pihaknya sampai harus melakukan langkah penjagaan selama 24 jam penuh di tiap TPSS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) di wilayah Kabupaten Magelang.

“Kami jaga 24 jam, sehingga potensi masuknya sampah dari luar daerah itu bisa kita minimalisir,” kata Sarifudin, Kamis (27/1/2022).

Sebelumnya disinyalir, karena TPSS di Kabupaten Magelang tidak ada yang dijaga selama ini maka banyak dari luar daerah yang membuang sampah di TPSS Kabupaten Magelang.

“Termasuk TPSS yang berada di Mertoyudan dekat Perumahan Bumi Prayudan itu sangat luar biasa sampahnya. Akhirnya 2 hari kita bersihkan, setelah itu penuh lagi. Kemudian kita jaga ternyata banyak dari Kota Magelang masuk ke TPSS situ,” katanya.

Selain itu, lanjut Sarifudin, di wilayah Muntilan, TPSS di Desa Pucungrejo juga disinyalir kerap kali digunakan membuang sampah dari wilayah Kabupaten Sleman. Oleh karena itu dilakukanlah penjagaan selama 24 jam yang dibagi menjadi 3 shift untuk mengantisipasi hal tersebut.

Selain upaya penjagaan 24 jam di semua TPSS, DLH Kabupaten Magelang juga sudah secara masif melakukan edukasi dan sosialisasi untuk mengajak masyarakat memilah sampah dari rumah. Sehingga nantinya sampah yang masuk ke TPSS sudah terpilah antara yang organik dan yang anorganik.

“Yang dibuang adalah sampah anorganik, untuk sampah organik kami menghimbau kepada masyarakat untuk bisa diolah sendiri minimal dengan membuat lubang biopori untuk menimbun sampah organik dari rumah tangga, seperti sisa makanan, daun dan sebagainya,” pungkas Sarifudin.

krjogja.com


BERITA TERKAIT