Merapi Luncurkan Awan Panas 5 Km, Warga Mengungsi
KRJOGJA.COM | 10/03/2022 08:42
Merapi Luncurkan Awan Panas 5 Km, Warga Mengungsi
Kepulan asap putih atau sulfatara terlihat dari puncak Gunung Merapi di Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 2 Juni 2018. ANTARA

SLEMAN, KRJOGJA.com – Gunung Merapi kembali mengeluarkan erupsi berupa luncuran awan panas dan material vulkanik ke arah bukaan kawah tenggara sepanjang malam 9-10 Maret 2022. Berdasar catatan BPPTKG, Merapi mengeluarkan enam kali awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 5 kilometer ke arah tenggara.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan awan panas guguran sejauh 5 kilometer terjadi pada 9 Maret pukul 23.18, 23.29, 23.38, 23.44, 23.53, dan 10 Maret 2022 pukul 00.22 WIB. APG tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 75 mm dan durasi maksimal 570 detik.

“Jarak luncur kurang lebih 5 kilometer ke arah tenggara. Arah angin saat terjadinya awan panas guguran ke barat laut,” ungkapnya.

Aktivitas Merapi menurut BPPTKG memang mengalami kenaikan sejak malam hingga dini hari tadi. Tercatat pula awan panas guguran dengan jarak luncur 2 kilometer juga sama-sama mengarah ke tenggara.

“Pada tanggal 10 Maret 2022 pukul 01.00, 01.22, 01.35, 01.59, 02.07 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 75 mm dan durasi maksimal 191 detik. Jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah tenggara. Status Merapi siaga sejak 5 November 2020,” tandas Hanik.

Beberapa wilayah sempat melaporkan adanya hujan abu akibat erupsi semalam seperti Desa Tlogolele, Gantang, Ketep, Jati, Soronalan, Gantang Kecamatan Sawangan, desa Paten, Sengi, Krinjing Kecamatan Dukun, Desa Balerante Kemalang Klaten. BPPTKG meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di area berbahaya meliputi maksimal 5-7 kilometer di area selatan-barat daya dan maksimal 7 kilometer di arah tenggara.

Sementara berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupatan Sleman, warga mengungsi di Balai Desa Glagaharjo sejak malam hari tadi. Tercatat ada total 193 warga mengungsi terdiri dari lansia, anak dan balita, ibu hamil dan orang dewasa. Di Jawa Tengah tercatat pula adanya 60 warga yang mengungsi ke tempat aman.

krjogja.com


BERITA TERKAIT