Warga Ramai-ramai Kembalikan Tanah Keraton
KRJOGJA.COM | 14/05/2022 14:20
Warga Ramai-ramai Kembalikan Tanah Keraton
Keraton Yogyakarta. (TEMPO)/Pribadi Wicaksono

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Penghageng Tepas Panitikisma Keraton Yogyakarta, GKR Mangkubumi menegaskan pengembalian Sultan Ground (SG) kepada pihak Keraton Yogyakarta tidak akan menghilangkan hak warga untuk memanfaatkan SG. Artinya warga masih bisa menggunakannya bahkan pihak Keraton akan memberikan surat kekancingan dan palilah (izin) untuk warga mendayagunakan tanah tersebut.


“Kami tidak mengusir warga nggih, tapi kami mendata untuk bisa tetap dipakai. Bahkan kalau untuk rumah tinggal bisa dipakai turun temurun sampai anak-anaknya,” kata GKR Mangkubumi di sela penyerahan kembali sertifikat hak milik atas nama warga Kalurahan Kembang, Nanggulan dan Kalurahan Giripurwo, Girimulyo Tanah Kasultanan dari warga kepada Kasultanan di Balai Kalurahan Kembang, Jumat (13/04/2022).

Pihaknya juga tidak akan mempersoalkan penggunaan SG oleh kalurahan dengan catatan harus ada izin terlebih dahulu dari Keraton. GKR Mangkubumi menyambut positif sikap warga yang secara suka rela mengembalikan SG kepada Kraton. Sikap tersebut sangat membantu pihaknya dalam mengidentifikasi dan mendata SG.

“Kami sangat mengapresiasi sikap warga Kulonprogo yang secara sukarela mengembalikan SG, sehingga kami respon dengan memberikan kekancingan dan palilah bagi warga agar tetap bisa memanfaatkan dan mengelola SG,” jelasnya.

Yohanes Rasul Trubus (66) warga Pedukuhan Pronosutan, Kembang, Nanggulan mengaku, secara sukarela mengembalikan SG kepada pihak Keraton Yogyakarta. “Saya menyerahkannya sukarela, begitu mendegar tanah yang saya pakai berstatus SG maka saya serahkan saja,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) Kulonprogo Riyadi Sunarto mengatakan, program dan kegiatan dinasnya dalam pelaksanaan urusan pertanahan secara umum melaksanakan program penatausahaan pertanahan, program fasilitasi pemanfaatan dan penggunaan tanah serta program fasilitasi penyelesaian permasalahan pertanahan SG, PAG dan Tanah Kas Kalurahan (TKK).

“Dalam penatausahaan pertanahan kami melakukan inventarisasi, identifikasi, verifikasi pemetaan, pemberkasan dan pendaftaran hak atas tanah. Selain itu melakukan pemeliharaan dan penyimpanan dokumen pertanahan SG, PAG dan TKK. Disamping melakukan pengawasan penggunaan dan pemanfaatan SG, PAG dan TKK. Dengan adanya penyerahan kembali SHM atas nama warga kepada Kasultanan semakin membuka wawasan kita akan pentingnya penatausahaan pertanahan agar tercapai tertib administrasi pertanahan sekaligus menggugah kesadaran masyarakat terhadap permasalahan pertanahan,” tegas Didik.

Proses penatausahaan tanah merupakan salah satu cara meminimalisir dan menyelesaikan permasalahan pertanahan. Berdasarkan buku legger kalurahan dan peta desa 1938, penatausahaan pertanahan di Kalurahan Kembang dan Kalurahan Giripurwo teridentifikasi ada SG dalam penguasaan warga bersertifikat Hak Milik.

“Alhamdulillah dengan fasilitasi penyelesaian permasalahan pertanahan melalui mediasi, pendekatan dan sosialiasi tercapai kesepakatan warga bersedia menyerahkan kembali secara suka rela tanah seluas 6.000 m2 yang sudah mereka kuasai kepada pihak Kasultanan,” ungkapnya.

Penyerahan kembali sertifikat hak milik warga Kelurahan Kembang, Nanggulan merupakan sinergi dan kerja sama yang baik antara DPTR Kulonprogo dan DPTR DIY, Pemkal Kembang, Kapanewon Kembang serta masyarakat. Hasil penatausahaan pertanahan didapatkan data tanah kasultanan dan tanah kadipaten yang teridentifikasi 2.554 (dari target 2.335 over taget) dan itu akan terus bertambah, pihaknya akan melakukan penyisiran dan identifikasi.

“Tapi berdasarkan pencermatan dokumen dan peninjauan lapangan masih terdapat sejumlah tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten belum masuk kegiatan identifikasi pada 2015. Sehinggga perlu dilakukan inventarisasi dan identifikasi kembali. Seperti di Kalurahan Sendangsari, Pengasih dan Kalurahan Hargomulyo, Kokap termasuk tanah Pakualaman di pesisir pantai selatan Kulonprogo akan jadi sasaran identifikasi selanjutnya,” katanya.

 

krjogja.com


BERITA TERKAIT