Audit BPKP, Pembangunan Jembatan Merah Purbalingga Rugikan Negara Rp15,3 Miliar
KRJOGJA.COM | 31/05/2022 13:13
Audit BPKP, Pembangunan Jembatan Merah Purbalingga Rugikan Negara Rp15,3 Miliar

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Alih-alih dibuka dan digunakan untuk kepentingan mobilitas warga, sejak selesai pembangunannya pada 2017, sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Pepedan Kecamatan Karangmoncol dan Desa Tetel (Pengadegan) masih ditutup.

Di kedua ujung terpasang portal. Kejanggalan itu memancing Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan pemeriksaan pada 2021 lalu.

“Hasilnya sangat mengejutkan. BPKP mencatat kerugian negara yang diakibatkan dari tidak beresnya pembangunan jembatan itu mencapai Rp15,3 miliar,” tutur Ketua DPRD Purbalingga Bambang Irawan, Rabu sore (25/5/2022).

Jembatan sepanjang 130 meter yang membentang di atas aliran Sungai Karang itu dibangun dengan dana Rp29 Miliar yang bersumber dari APBD Purbalingga 2017. Jembatan itu populer dengan sebutan jembatan merah (karena dominan dengan warna merah pada konstruksi bajanya) belum bisa difungsikan.

Setelah melalui uji fisik, Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) merekomendasikan jembatan merah Purbalingga tersebut belum layak dilalui kendaraan besar dan berat.

“Kami menduga ada ketidaksesuaian dalam proses pembangunannya. Maka kami minta diproses hukum,” ujar Bambang Irawan.

 

krjogja.com


BERITA TERKAIT