Satu Abad Tamansiswa: Ki Hadjar Dewantara Award untuk Tiga Tokoh Nasional
KRJOGJA.COM | 04/07/2022 11:31
Satu Abad Tamansiswa: Ki Hadjar Dewantara Award untuk Tiga Tokoh Nasional

YOGYA, KRJOGJA.com – Puncak perayaan Satu Abad Tamansiswa ditandai dengan penyerahan Ki Hadjar Dewantara Award kepada tiga tokoh nasional.

Penghargaan diberikan kepada Nyi Hadjar Dewantara sebagai pendamping Ki Hadjar Dewantara, Ir Soekarno (Bung Karno) sebagai proklamator, dan Drs Mohammad Hatta (Bung Hatta) juga selaku proklamator.

Puncak perayaan Satu Abad Tamansiswa berlangsung di Pendapa Agung Tamansiswa Yogyakarta, tepat satu abad, Minggu (3/7/2022).

Penyerahan award untuk Nyi Hadjar Dewantara, diberikan oleh Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa (MLPTs) Ki Prof Dr Sri Edi Swasono kepada RM Pulung Nirboyo mewakili keluarga Ki Hadjar Dewantara.

Kemudian penyerahan award untuk Drs Mohammad Hatta diserahkan oleh Ketua MLPTs periode 2011 – 2016 Jenderal TNI(Purn) Tyasno Sudarto kepada Prof Dr Meutia Hatta mewakili keluarga Bung Hatta.

Sedangkan untuk Ir Soekarno karena tidak ada perwakilan keluarga yang hadir, maka penyerahannya akan dilakukan di lain waktu.

Di samping penyerahan award, juga diselenggarakan peluncuran buku, perangko, dan penandatanganan prasasti 1 Abad Tamansiswa, serta gelar budaya.

Pada kesempatan itu, Menteri Pendidikan Kebudayaan Ristek dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim memberikan sambutan secara virtual mewakili Presiden Joko Widodo.

Menteri Nadiem menyebutkan, bahwa pada 100 tahun yang lalu, para para pendahulu negara ini berjuang untuk memerdekakan bangsa dari penjajahan asing. “Penjajahan waktu itu bukan bukan hanya fisik, tapi juga pembatasan pendidikan, sehingga bangsa Indonesia tidak bisa maju,” kata Nadiem Makarim. Dalam perjuangan yang berat itu, hadirlah perguruan Tamansiswa yang memperjuangkan kemerdekaan dengan pendidikan.

Salah satu pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah pendidikan harus berazaskan kemerdekaan. Kemendikbudristek berkomitmen meneruskan ajaran Ki Hadjar Dewantara dengan metode merdeka belajar. Pendidikan Indonesia harus memberikan peluang kepada anak didik untuk berkembang. Oleh karena itu, kebutuhan anak didik menjadi prioritas utama. Menteri Nadiem Makarim berharap Tamansiswa bisa melanjutkan cita-cita Ki Hadjar Dewantara dan menjadi contoh satuan pendidikan lainnya.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengkubuwono X memberikan sambutan tertulis yang dibacakan Sekda DIY Kardarmanto Baskara Aji hadir. Gubernur menyebutkan bahwa buah pikir Ki Hadjar Dewantara mewarnai dunia pendidikan di Indonesia termasuk DIY. Ajaran Ki Hadjar Dewantara bahkan menjadi pilar penyangga pendidikan di DIY.

Sementara Ketua Umum MLPTs Ki Prof Dr Sri Edi Swasono mengemukakan 100 tahun yang lalu, Tamansiswa mendidik murid-muridnya untuk menolak penjajahan di tengah-tengah penjajahan. Penjajah Belanda waktu itu melakukan diskriminasi dan penistaan. Tamansiswa melakukan perlawanan tanpa menggunakan kekerasan.

Sri Edi melanjutkan, ketika Indonesia merdeka, Ki Hadjar Dewantara ditunjuk menjadi Menteri Pengajaran yang pertama. Ki Hadjar Dewantara juga ditetapkan sebagai pahlawan nasional dan mendapat gelar Bapak Pendidikan Nasional. Garuda cakra Tamansiswa dijadikan logo Kementerian Pendidikan.

Turut memberikan sambutan dan ucapan selamat secara virtual antara lain Menteri Koodinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendi, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, dan Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti. Demikian pula dari perwakilan organisasi pendidikan Maarif Nahlatul Ulama, Muhammadiyah, Pendidikan Katholik, Pendidikan Kristen, Persatuan Guru Repubik Indonesia dan organisasi lainnya ikut memberikan ucapan selamat secara virtual.

Dalam acara tersebut juga hadir perwakilan dari Keminfo RI Eko Wahyuanto, PT Pos Ronald Siahaan, dan anggota DPR RI HM Idham Samawi.

Acara dihadiri oleh keluarga besar Tamansiswa termasuk utusan cabang seluruh Indonesia dan para alumni. Acara dimeriahkan dengan drama musikal “Ki Pamong”.

 

**