Harga Bibit Meroket, Petani Bantul Terseok
KRJOGJA.COM | 13/07/2022 20:00
Harga Bibit Meroket, Petani Bantul Terseok
Seorang petani membawa sejumlah bawang merah saat panen, di desa Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (29/12). Harga bawang merah saat ini mengalami penurunan harga secara drastis Rp 8 ribu per kilogram dari Rp. 20ribu per kilogram.TEMPO/Imam Sukamto

BANTUL, KRJogja.com – Pemerintah Kabupaten Bantul optimistis target luas 800 hektare lahan tanaman bawang merah tahun 2022 bakal tercapai. Sementara di lapangan, petani tengah dihadapkan persoalan sulit terkait melejitnya harga bibit bawang merah yang menembus Rp100.000 per kg. Kondisi tersebut membuat petani enggan menanam komoditas bawang merah, dan memilih tananam lain.


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Bantul Joko Waluyo, Selasa (12/7) mengatakan, akhir Juli diprediksi puncaknya penanaman komoditas bawang merah. Bahkan Joko mengklaim, tahun ini luasan tanaman bawang merah terbesar dibanding sebelumnya kisaran 500-600an hektare. Lahan tersebut berada di Kapanewon Imogiri, Kretek, Sanden, serta Srandakan.

Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis minta DKPP mampu memproduksi bibit bawang merah secara mandiri. Sehingga petani di Bantul tidak tergantung pada pemasok bibit dari luar daerah. Pihaknya mensuport penuh dan memperjuangkan anggaran agar Pemkab Bantul mampu memproduksi bibit bawang merah. “Jika memang harus belajar dalam proses pembuatan bibit, kami sepakat SDM di DKKP Bantul dikirim ke daerah penghasil bibit bawang,” jelasnya.

Melejitnya harga bibit bawang merah membuat petani di Kabupaten Bantul terseok. Saat ini harga bibit Rp100 ribu per kg, padahal sebelumnya harga berada di kisaran Rp40 ribu per kg.

Bendahara Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Abdul Mukhid mengatakan, harga bibit masa tanam (MT) 2 sekitar dua bulan lalu masih kisaran Rp40 ribu per kg. “Saat ini harga bibit bawang merah sudah mencapai Rp95 ribu per kg hingga Rp100 ribu per kg,” ujarnya.

Pada MT II, lahan tanaman bawang merah di Kalurahan Srigading mencapai 363 hektare. Ditambah lahan Kapanewon Kretek dan Kapanewon Srandakan. “Khusus anggota kelompok pembelian bibit bawang merah kemudian dipinjamkan ke anggota nilainya hampir Rp1 miliar. Dari jumlah itu masih ada petani minta tambah pinjaman bibit,” jelasnya

 

**


BERITA TERKAIT