Suporternya Disebut Terlibat Pengeroyokan, PSIM Yogyakarta Serahkan Proses Hukum ke Kepolisian
KRJOGJA.COM | 30/08/2022 16:40
Suporternya Disebut Terlibat Pengeroyokan, PSIM Yogyakarta Serahkan Proses Hukum ke Kepolisian
Ilustrasi garis polisi. REUTERS

YOGYA, KRJOGJA.com – Manajemen PSIM, memberikan pernyataan setelah kepolisian dari Polres Sleman menetapkan 12 tersangka pengeroyokan di Mejing Kidul Ambarketawang Gamping Sleman, adalah bagian dari suporternya. PSIM menyesalkan kejadian kekerasan yang dilakukan, menyampaikan dukacita dan memohon maaf atas kejadian yang menjadi duka mendalam insan sepakbola Sleman itu.

CEO PSIM, Bima Sinung Widagdo menyampaikan pihaknya baru saja mendapatkan informasi terkait peristiwa pengeroyokan di Mejing usai laga PSS kontra Persebaya, Sabtu (27/08/2022) lalu lantaran fokus pada pertandingan Liga 2. PSIM nenurut Bima berusaha menjalin komunikasi dengan manajemen PSS dan stakeholder terkait untuk mendapatkan gambaran yang jelas terkait insiden yang merenggut nyawa satu orang suporter PSS itu.

“Kami mengucapkan dukacita mendalam, dari lubuk hati terdalam. Kami jelas mengecam kekerasan atas nama apapun. Kami menegaskan kembali, sikap kami selalu sama bahwa satu kekerasan akan menimbulkan lainnya. Kami berharap semua pihak menahan diri, membiarkan pihak berwajib menangani perkara ini secara tuntas,” ungkap Bima ketika dikonfirmasi KRJOGJA.com, Senin (29/08/2022) petang.

PSIM menurut Bima akan terus mengamati perkembangan terkait kasus tersebut. Bima pun kembali meminta pihak-pihak terkait untuk menahan diri.

“Kami akan terus mengamati perkembangan dan mempercayakan pada pihak berwajib. Sekali lagi kami berharap seluruh pihak untuk bisa menahan diri,” sambung Bima.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Ronny Prasadana mengatakan telah menahan 12 tersangka yang terlibat dalam pengeroyokan di lintasan kereta api Jalan Bibis Mejing Kidul tersebut. 11 orang merupakan warga Ambarketawang Gamping sementara 1 diketahui merupakan warga Gunungkidul.

Para tersangka melakukan pengeroyokan pada empat korban yang salah satunya meninggal dunia. Peran para tersangka menurut Ronny, berbeda ada yang melakukan pemukulan hingga mengayunkan senjata tajam ke tubuh korban.

 

**


BERITA TERKAIT