Harga BBM Naik, Pasar Tradisional di Karanganyar Sepi
KRJOGJA.COM | 06/09/2022 16:05
Harga BBM Naik, Pasar Tradisional di Karanganyar Sepi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Harga sembako di 13 pasar tradisional di Kabupaten Karanganyar pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) cenderung fluktuatif. Kondisi itu diperparah daya beli melemah.

Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi UKM mencatat harga 48 komoditas pada Jumat (2/9/2022) sampai Senin (5/9/2022) menunjukkan kenaikan dan penurunan. Telur ayam broiler dari Rp28.400 perkilo, justru turun menjadi Rp28.000 perkilo. Sedangkan cabai merah keriting dari Rp57.600 perkilo naik menjadi Rp69.167 perkilo. Beras IR64 medium semula Rp11.700 perkilo turun jadi Rp11.538 perkilo. Daging ayam broiler Rp32.800 perkilo menjadi Rp33.192.

Lurah Pasar Jungke, Hartoyo menduga fluktuasi harga sembako pasca kenaikan BBM bukan dampak langsungnya. Sebab, sembako yang dijual di pasar tradisional masih stok lama.

“Ini ada yang naik tapi enggak seberapa. Hanya menghabiskan stok alias pengadaan lama. Saya enggak tahu kalau stok habis dan pengadaan baru, apakah harganya sudah berganti?” katanya kepada KR, Selasa (6/9/2022).

Ia memastikan seluruh komoditas pangan tersedia cukup di pasar. Fluktuasi harga, lanjutnya, bukan hal baru. Biasanya, pembeli bisa menyesuiakannya. Namun selama beberapa hari pascakenaikan harga BBM subsidi, transaksi di pasar tradisional cenderung lesu. Hal itu berkaitan melemahnya daya beli masyarakat.

“Kebutuhan pokok yang dibeli seperti migor, terigu, telur dan daging ayam, enggak seramai biasanya dibeli. Para penjual mengeluhkan penurunan omzet,” katanya.

Ia menduga, anggaran belanja kebutuhan rumah tangga terpangkas akibat beli BBM yang harganya naik.

Sementara itu pedagang Pasar Jungke, Yani mengatakan sengaja mengurangi pembelian stok dagangan dari agen. Dari biasanya menyetok 20 kilo telur, kini hanya separuhnya saja. Kemudian ia tak lagi menyetok buah-buahan karena komoditas itu nyaris tak dilirik pembeli.

“Semua seakan kompak mengurangi belanja. Mau bagaimana lagi. Padahal harga-harganya belum naik signifikan. Masih dikit-dikit. Saya menghabiskan stok dulu sambil nanya ke agen harga komoditas apa yang berubah,” katanya.

 

**


BERITA TERKAIT