Tanaman Tembakau Tidak Lagi Dapat Pupuk Subsidi
KRJOGJA.COM | 21/09/2022 09:45
Tanaman Tembakau Tidak Lagi Dapat Pupuk Subsidi
08-nas-RUU-Pertembakauan

Krjogja.com - TEMANGGUNG - PT Pupuk Indonesia memastikan tanaman tembakau tidak lagi menjadi komoditas yang mendapat alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah mulai Juli pada 2022. Selain itu pupuk Za juga bukan lagi disubsidi pemerintah.

SVP PSO Wilayah Barat PT Pupuk Indonesia Agus Susanto mengatakan dalam aturan terbaru yang keluar Juli 2022 hanya 9 komoditas pertanian yang mendapat subsidi pupuk. 

Komoditas itu yakni padi, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai, kopi, kedelai, kakau dan tebu.

"Pemerintah juga hanya akan mensubsidi Urea dan NPK. Za sudah tidak lagi mendapat subsidi dari pemerintah," kata Agus Susanto, ditemui di Temanggung, Selasa (20/9/2022).

Dia mengatakan pada awal hingga pertengahan 2022 pemerintah masih mensubsidi Za dan tembakau. Hingga kemudian keluar kebijakan penarikkan subsidi sejumlah komoditas dan pupuk.

"Komoditas yang mendapat subsidi yang menimbulkan inflasi," kata dia.

Dia mengatakan sebenarnya tidak ada kelangkaan pupuk di Indonesia termasuk di Temanggung. Sebab produksi pupuk telah diperhitungkan dan disesuaikan kebutuhan untuk pertanian.

Jika ada informasi kelangkaan pupuk kemungkinan petani tidak terdaftar pada kelompok tani atau menuliskan kebutuhan pupuk pada RDKK.

"Bisa jadi karena kuota pupuk bersubsidi habis karena telah dicairkan dan yang ada adalah pupuk non subsidi," kata dia.

Maka itu dia mengatakan pada petani untuk masuk di kelompok tani dan mencatatkan kebutuhan pupuk dalam RDKK serta tidak memanfaatkan pupuk sesuai aturan.

Dia mengemukakan untuk subsidi pupuk dari pemerintah disesuaikan anggaran, sebagai contoh dari usulan 25 juta ton yang bisa disubsidi hanya 9,1 juta ton. Sehingga kebutuhan pupuk yang tidak tercukupi pupuk bersubsidi dipenuhi dengan pupuk non-subsidi.

"Memang harga lebih mahal dan harus mengeluarkan dana tambahan," kata dia.

 

**


BERITA TERKAIT