Santri Senior Pelaku Kekerasan di Ponpes Dikeluarkan
KRJOGJA.COM | 24/11/2022 10:45
Santri Senior Pelaku Kekerasan di Ponpes Dikeluarkan
Ilustrasi kekerasan. shutterstock.com
SRAGEN - Selain meminta maaf atas insiden kekerasan yang terjadi, pimpinan Pondok Pesantren Ta’mirul Islam, Masaran, Sragen, memastikan bawah pelaku kekerasan juga langsung dikeluarkan. Santri senior terduga pelaku kekerasan yang menyebabkan meninggalnya salah satu santri, Daffa Washif Waluyo (15) akan dikeluarkan dari pondok.
 
Melalui maklumat yang diterbitkan Selasa (22/11/2022), pimpinan Ponpes Ta’mirul Islam yang berpusat di Laweyan Surakarta, Muhammad Halim menyampaikan pernyataan yang berisikan 6 poin terkait insiden tewasnya santri asal Desa Katikan, Kedunggalar, Ngawi itu. Selain permintaan maaf dan ungkapan belasungkawa ke pihak meluarga, pihak Ponpes memastikan akan mengeluarkan santri senior yang diduga menjadi pelaku kekerasan. 
 
Keputusan mengeluarkan santri pelaku kekerasan dilakukan sebagai komitmen pondok yang melarang segala bentuk kekerasan di lingkungan pondok. "Sebagai wujud komitmen kami, pelaku kekerasan akan kami keluarkan dan kami kembalikan ke orang tua," ujar pimpinan Ponpes Ta’mirul Islam, Muhammad Halim dalam maklumat tertulis yang diterima wartawan, Rabu (23/11/2022).
 
Dalam maklumat itu, selanjutnya pihak Ponpes akan tetap bekerja sama dengan kepolisian dalam menyelesaikan masalah yang sudah dilaporkan orangtua santri ke kepolisian itu. Melalui maklumat itu, pihak Ponpes juga bicara soal dugaan kekerasan oleh santri senior yang mengakibatkan santri asal Desa Katikan, Kedunggalar, Ngawi itu meregang nyawa.
 
Pihak ponpes mengakui bahwa ada dugaan kekerasan yang memberi andil menyebabkan Daffa meninggal dunia. "Kami tegaskan sekali lagi di sini bahwa kami tidak memungkiri terkait adanya dugaan tindakan kekerasan yang berujung pada wafatnya santri ananda Daffa Washif Waluyo," tandasnya.
 
Namun, pihak Ponpes menyampaikan, kronologi kejadian, tindakan kekerasan dan sebagainya diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Termasuk terkait motif di balik dugaan kekerasan yang berujung pada wafatnya santri itu juga sudah diserahkan ke polisi. "Selanjutnya kami akan tetap bekerja sama dengan kepolisian dalam menyelesaikan masalah ini. Demikian maklumat yang dapat kami sampaikan Semoga bisa menjadikan maklum," tambahnya. 
 
**

BERITA TERKAIT