Teroris Berkeliaran di Sleman, Pemerintah Gencarkan Pendataan Kos-kosan
KRJOGJA.COM | 24/07/2018 10:05
Teroris Berkeliaran di Sleman, Pemerintah Gencarkan Pendataan Kos-kosan
Rumah terduga teroris di kawasan Bedingin Wetan Sumberadi Mlati Sleman yang selama ini dikontrak terduga teroris. (Foto : FX Harminanto)

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pemerintah Kecamatan (Pemcam) di Kabupaten Sleman langsung bergerak cepat pasca adanya himbauan dari kabupaten untuk ikut kesiapsiagaan dalam mengantisipasi gangguan ketertiban umum. Koordinasi dengan Muspika, kepala desa, kepala dusun hingga RT/RW juga semakin di tingkatkan.

Baca Juga: Diduga Terlibat Jaringan Teror, Polisi Ciduk Pengusaha 'Ayam Bakar' di Seturan

Di Kecamatan Depok misalnya. Wilayah yang beberapa hari lalu ada penangkapan terduga teroris tersebut memiliki lebih dari 50 kost-kostan atau pemondokan. Sejauh ini pendataan sudah dilakukan. Namun masih sebatas pada pemilik usahanya saja.

"Untuk nama-nama yang mondok atau kost, masih dalam proses pendataan. Pemilik pemondokan sudah kami minta untuk segera menyerahkan data siapa saja yang menyewa," ujar Camat Depok Abu Bakar, Senin (23/7/2018).

Baca Juga: Kasus Penembakan 'Teroris Kaliurang', Polda DIY Akan Beri Pendampingan Warga

Hal serupa juga dilakukan Pemcam Mlati yang juga banyak terdapat pemondokan. Menurut analisis petugas, Desa Sinduadi menjadi yang paling rawan. Karena disana banyjak terdapat kost-kostan serta kontrakan. Seperti di daerah Pogung Lor dan Pogung Kidul.

"Kepada RT/RW sudah kita instruksikan untuk melakukan pendataan terhadap mereka yang mengontrak. Termasuk menanyakan aktivitas keseharian mereka apa saja," kata Camat Mlati Suyudi.

Menurutnya, untuk kasus di Bedingin beberapa waktu lalu sudah pernah didatangi oleh petugas keamanan. Namun masukan tersebut diindahkan, hingga akhirnya terjadi penangkapan. "Upaya terus kita lakukan. Karena ini menjadi tugas kita bersama untuk menjaga ketertiban umum," jelasnya.

Di Kecamatan Ngaglik juga terus mengintensifkan koordinasi antara Muspika dengan kepala desa. Termasuk juga melakukan pendataan pemondokan atau kontrakan.

"Koordinasi Rakorpim sudah rutin kita lakukan. Termasuk mengadakan pertemuan kerukunan umat beragama melalui FKUB hingga tingkat desa. Patroli terpadu juga menyentuh hingga pos kampling wilayah dan di beberapa objek yang dinilai rawan," tegas Camat Ngaglik Subagyo.(Awh)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT