Patroli, Bea Cukai Merauke Amankan Kapal Tanpa Surat Izin Penangkapan Ikan
METROMERAUKE.COM | 09/04/2021 13:16
Patroli, Bea Cukai Merauke Amankan Kapal Tanpa Surat Izin Penangkapan Ikan
Anggota Polisi Air (Polair) meledakkan kapal nelayan asing di kawasan perairan Medan Belawan, Sumatera Utara, 1 April 2017. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Polda Sumut menenggelamkan enam kapal nelayan Malaysia dan satu kapal nelayan Indonesia yang ditangkap saat sedang mencuri ikan di perairan Selat Malaka wilayah NKRI. ANTARA FOTO

Metro Merauke – Kantor Bea Cukai Merauke, Papua melakukan pengamanan terhadap kapal penangkap ikan, KMN Teman Setia 03 yang diketahui tidak memiliki kelengkapan dokumen Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) di perairan Merauke, Rabu (7/4).

Kepala Kantor Bea Cukai Merauke, Nazwar didampingi Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Yohanes, menjelaskan, Kapal KMN Teman Setia 03 ditangkap Kapal Patroli BC 9001, karena dalam pemeriksaan petugas, nahkoda kapal tidak dapat menunjukan surat-surat yang diperlukan untuk berlayar mencari ikan.

“Dalam pemeriksaan pada kapal nelayan, petugas patroli Bea Cukai juga tidak menemukan adanya barang-barang selundupan, hanya jaring yang hendak ditebar untuk mencari ikan,” terangnya kepada wartawan.

Diketahui, dalam operasi patroli Jaring Wallacea, Kapal Patroli Bea Cukai BC 9001 bertolak dari Pangkapan Sarana Operasi Bea dan Cukai berhasil mendapatkan tangkapan kapal nelayan. “Kapal bertolak dari pelabuhan Sidomulyo hendak mencari ikan di perairan Okaba,” imbuhnya.

Yohanes membeberkan kronologis penangkapan, bermula ketika kapal BC 9001 melakukan patroli fiscal di Perairan Merauke, Rabu pagi, pukul 07:20 WIT. Tak lama berselang, pukul 09:30 WIT, lanjutnya, kapal patroli mendapati 1 kapal penjaring ikan KMN. Teman Setia 03. Petugas kemudian menghentikan kapal ikan tersebut untuk dilakukan pemeriksaan dokumen dan muatan.

Ternyata, kata Yohanes, dalam pemeriksaan, nahkoda tidak dapat menunjukan dokumen kelengkapannya untuk menjaring ikan. Oleh karena itu, Kapal KMN Teman Setia 03 yang membawa 8 AKB dan 1 nahkoda digiring menuju Pelabuhan Perikanan Merauke, selanjutnya diserahkan ke Kantor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) setempat untuk penanganan lebih lanjut.

“Dalam pemeriksaan ini, tidak didapati pelanggaran kepabeanan. KMN Teman Setia 03 diduga telah melanggar Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009, tentang Perikanan dan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008, tentang Pelayaran,” terangnya.

Terkait dengan diamankannya KMN Teman Setia 03, PSDKP masih melakukan pengumpulan bukti untuk melengkapi penyelidikan. Koordinator satuan kerja PSDKP, Fajar S Pratama menegaskan, bila nantinya terbukti melakukan pelanggaran, dapat ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sementara itu kita tahap pengumulan berkas penyelidikan. Sesuai ketentuan perundang-undangan, bila terbukti melanggar ada sanksi pidananya. Baik denda maupun kurungan,” tandas Fajar. 

metromerauke.com


BERITA TERKAIT