Pansus DPRD Nduga Diminta Tak Lagi Tunda Penentuan Wakil Bupati
METROMERAUKE.COM | 10/04/2021 16:46
Pansus DPRD Nduga Diminta Tak Lagi Tunda Penentuan Wakil Bupati
Ilustrasi pilkada. Dok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

Metro Merauke – Panitia Khusus atau Pansus DPRD Kabupaten Nduga, Papua diminta tidak lagi menunda proses penentuan wakil bupati melalui mekanisme pemilihan di DPRD.

Salah satu calon Wakil Bupati atau Wabup Nduga, Dinard Kelnea, S.Sos mengatakan jabatan wabup kini kosong setelah Wentiantus Nemiangge dilantik sebagai bupati, 15 Maret 2021.

Wabup Nduga, Wentiantus Nemiangge menggantikan bupati periode 2017-2022,  Yairus Gwijangge yang meninggal dunia karena sakit pada 15 November 2020.

“DPRD Nduga membentuk Pansus melakukan tahapan pemilihan wakil bupati pada 29 Desember 2020.  Masa kerja Pansus hingga 5 April 2021,” kata Dinard Kelnea, Selasa (06/04/2021).

Menurut anggota DPRD Nduga itu, Pansus bekerja sesuai aturan undang-undang yang berlaku dan tata tertib (tatib). Akan tetapi, hingga masa kerjanya berakhir, Pansus DPRD Nduga tak juga merampungkan tugasnya.

Kata Dinard, Pansus justru meminta perpanjangan masa kerja. Salah satu alasannya karena pada 5 April 2021, merupakan hari libur fakultatif di Papua yakni peringatan hari raya Paskah kedua.

“Karena alasan hari raya, kita toleransi. Sesuai jadwal mestinya hari ini dilakukan pemilihan Wabup Nduga dan hasilnya diserahkan ke Pemerintah Provinsi Papua, untuk diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri,” ujar Dinard Kelnea.

Kini ada dua nama calon Wabup Nduga. Keduanya merupakan putra asli daerah yakni Dinard Kelnea, S.Sos, yang diajukan Partai Demokrat dan Lainus Gwijangge, SE yang diajukan Partai Golkar. 

Partai Demokrat dan Golkar berkoalisi dengan PKS, PAN dan PKPI, mengusung pasangan Bupati Yairus Gwijangge dan Wakil Bupati, Wentiantus Nemiangge pada pilkada 2017 lalu. 

“Semua tahapan telah kami lalui. Mestinya hari ini semua sudah selesai dan telah ada wakil bupati terpilih. Akan tetapi hingga kini Pansus DPRD Nduga belum menyelesaikan tugasnya,” ucapnya.

Dinard Kelnea mengatakan, Pansus DPRD Nduga masih ditoleransi menyelesaikan tugasnya hingga 7 April 2021. Jika Pansus belum juga merampungkan tugasnya hingga batas waktu itu, Pemprov Papua mesti mengambil alih.

Akan tetapi jika Pemprov Papua juga tidak mau mengambil alih tahapan pemilihan Wabup Nduga, sebaiknya biarkan terjadi kekosongan wakil bupati di sana, hingga masa periodenya berakhir.

“Siapapun yang menang dan kalah nantinya, itu kita hargai. Tapi sampai sekarang dua nama calon wakil bupati ini digantung terus. Kami minta segera lakukan pemilihan wakil bupati. Jadi kalau hari ini ditunda, tatib itu jangan diubah karena telah diparipurnakan,” katanya.

metromerauke.com


BERITA TERKAIT