Legislator Papua: Aparat Keamanan dan TPNPB Jauhi Permukiman Warga Intan Jaya
METROMERAUKE.COM | 10/11/2021 13:13
Legislator Papua: Aparat Keamanan dan TPNPB Jauhi Permukiman Warga Intan Jaya
Papua: Warga Intan Jaya Berani Tolak Penambangan Blok Wabu

Metro Merauke – Legislator Papua, Laurenzus Kadepa meminta aparat keamanan dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Intan Jaya, menghidari kontak senjata di areal permukiman warga.

Sebab, kontak senjata kedua pihak di sekitar permukiman warga, berpotensi menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan masyarakat sipil.

Pernyataan itu dikatakan anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM DPR Papua itu, pascatertembaknya seorang warga sipil di Intan Jaya, Selasa (09/11/2021).

Korban bernama bernama Agustina Undou (21 tahun), adalah warga Kampung Dibuga. Ia tertembak di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Intan Jaya. 

Saat kejadian, korban bersama beberapa warga lain sedang dalam perjalanan sepulang berbelanja. 

Korban mengalami luka tembakan serius di bagian kanan perut, di bawah tulang rusuknya. Pelaku penembakanpun belum diketahui.

“Satu kata dari saya, siapapun pelaku yang tembak Mama Agustina Ondou, anda biadap. Anda tak berperikemanusiaan. Anda tak beragama,” kata Laurenzus Kadepa, Rabu (10/11/2021).

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu mempertanyakan, mengapa dalam konflik di Intan Jaya kini, korban adalah warga sipil. Terutama, kaum perempuan, anak anak dan hamba Tuhan.

“Ada apa dengan pengiriman pasukan militer ke Intan Jaya dalam jumlah besar? Korban dari semua kelompok sudah banyak, karena kebijakan militer oleh negara,” ucapnya.

Katanya, mengapa pemerintah pusat tidak mau mengevaluasi kebijakan militer ke daerah konflik. Selain itu, ada apa dengan kelompok TPNPB yang memilih lokasi perkampungan warga menjadi tempat operasi.

Kadepa menyatakan, demi kemanusiaan, ia meminta pemerintah pusat segera tarik militer dari Intan Jaya dan kabupaten lain di Papua, yang sedang konflik.

TPNPB dan aparat keamanan segera menghindar dari lokasi perkampungan masyarakat.

“Pemerintah pusat dan daerah, segera mencabut izin usaha tambang Blok Wabu, di Intan Jaya,” ujarnya.

metromerauke.com


BERITA TERKAIT