Ratusan Guru Kontrak di Papua Belum Digaji Selama Enam Bulan
METROMERAUKE.COM | 16/11/2021 10:01
Ratusan Guru Kontrak di Papua Belum Digaji Selama Enam Bulan
Ilustrasi guru. shutterstock.com

Metro Merauke – Ratusan guru kontrak di Papua belum menerima gaji selama enam bulan terakhir, atau triwulan pertama dan kedua.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (PPAD) Provinsi Papua, Protasius Lobya mengatakan mereka yang belum dibayarkan haknya adalah guru kontrak SMA, SMK dan Sekolah Luar Biasa atau SLB.

“Uangnya sudah keluar di bank. Artinya, sudah diambil dan kita telusuri, uang itu sudah keluar pada Juli 2021,” kata Protasius Lobya usai rapat kerja denga Komisi V DPR Papua, Senin (14/11/2021).

Menurutnya, apabila nanti ditemukan adanya dugaan penyalahgunaan pencairan dana tersebut secara administrasi dan pidana, ini merupakan tanggung jawab Kepala DPPAD sebelumnya, dan bendahara pengeluaran. Sebab pada saat itu, ia belum menjabat Plt Kepala DPPAD Provinsi Papua.

“Mereka (guru kontrak) hanya ingin hak mereka segera dibayarkan. Total anggaran untuk membayar gaji guru kontrak mencapai Rp 7,77 miliar,” ujarnya.

Katanya, untuk itulah Komisi V DPR Papua yang membidangi pendidikan, mengundang pihaknya. Mencari solusi bagaimana menyelesaikan pembayaran gaji guru kontrak itu.

“Para guru kontrak saat ini berharap, hak mereka segera dibayarkan sebelum Desember 2021,” ucapnya.

Ketua Komisi V DPR Papua, Timiles Yikwa mengatakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang diterima pihaknya, ada sebanyak 460 guru kontrak yang diangkat pada 2016-2020 dan 140 orang pada 2021.

“Sesuai SK, hak mereka dibayarkan setiap tiga bulan. Namun hingga kini 

Mereka belum menerima haknya,” kata Timiles Yikwa.

Katanya, dari pengaduan yang diterima Komisi V DPR Papua, masih ada 140 guru kontrak yang belum menerima haknya pada triwulan pertama. Sedangkan untuk triwulan kedua, sebanyak 600 guru kontrak belum dibayarkan haknya.

“Padahal kan uangnya sudah dicairkan. SP2D, bukti [pencairannya] lengkap dan mereka sudah serahkan kepada kami. Makanya kami putuskan mengundang dinas terkait,” ucapnya. 

metromerauke.com


BERITA TERKAIT