Komnas HAM Perwakilan Papua: Dugaan Pembakaran di Dogiyai Terencana
METROMERAUKE.COM | 30/05/2022 13:30
Komnas HAM Perwakilan Papua: Dugaan Pembakaran di Dogiyai Terencana

Metro Merauke – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perwakilan Papua menyatakan dugaan pembakaran di Kabupaten Dogiyai terencana.

Pembakaran di sana terjadi di Kabupaten Dogiyai pada 22 Mei 2022 malam hingga 23 Mei 2022 malam. 

Katanya, dugaan itu berdasarkan hasil pamantauan lapangan dan penyelidikan tim Komnas HAM perwakilan Papua, 27 Mei 2022.

Komnas HAM perwakilan Papua menduga kejadian tersebut telah persiapkan. Sebab, ditemukan ada beberapa jeriken berbau bensin dua lokasi kejadian.

“Kami juga menemukan ada [atap] seng yang digunakan sebagai pagar di bagian bangunan, digunting. Diduga untuk jadikan akses masuk melakukan pembakaran,” kata Frits Ramandey kepada Metro Merauke, Minggu (29/05/2022) malam.

Frits Ramandey mengatakan, apabila mengacu pada hasil investigasi dan fakta kesaksian, pihaknya menduga itu adalah pembakaran. Dugaan pelaku bisa saja individu atau sekelompok orang. 

“Kami menemukan adanya pola pembakaran yang hampir sama, dengan dua aksi pembaran sebelumnya pada 2019. Selain itu, ada dua anggota TNI terkena panah,” ujarnya.

Komnas HAM perwakilan Papua mencatat ada 17 bangunan yang diduga dibakar. Bangunan itu terdiri dari Sekretariat Komite Nasional Papua Barat (KNPNB), dan rumah warga yang sekaligus difungsikan sebagai los berjualan.

“Kami juga menemukan sejumlah kendaraan bermotor dan material lain seperti unit usaha wi-fi dan bahan-bahan sembako turut terbakar,” ucapnya.

Menurutnya, peristiwa tersebut juga mengakibatkan satu bangunan milik seorang guru SD YPPK sebagian ikut terbakar.

Komnas HAM perwakilan Papua berharap, Polres Dogiyai dan Polda Papua dapat mengungkap siapa terduga pelaku pembakaran. 

Beberapa Rekomendasi 

Komnas HAM RI perwakilan Papua menyampaikan beberapa rekomendasi, untuk ditindak lanjuti oleh para pihak terkait.

Rekomendasi itu, di antaranya mendorong Polres Dogiyai dan Polda Papua mendalami fakta fakta pembakaran, serta kesaksian untuk memastikan siapa pelaku.

Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Dogiyai, diminta berkoordinasi dengan forkopimda, pihak gereja, dewan adat dan para kepala suku  dalam penanganan korban setelah dugaan pembakaran itu.

Ini dianggap penting untuk proses pemulihan kondisi sosial di Kabupaten Dogiyai setelah peristiwa tersebut.

“Komnas HAM menyerukan agar masyarakat dan organisasi masyarakat sipil, menyampaikan aspirasi dengan cara demokratis, sesuai mekanisme, dan menghindari aksi yang dapat berujung kekerasan,” ucapnya.

Komnas HAM perwakilan Papua, juga meminta Pemkab Dogiyai dapat membangun kembali fasilitas kopel-kopel usaha milik masyarakat yang diduga dibakar, dalam rangka pemulihan aktifitas ekonomi. 

 

metromerauke.co


BERITA TERKAIT