Dana Hearing Anggota DPRD Rp 100 Juta per Bulan, Pastor Anselmus: Sangat Tak Masuk Akal
METROMERAUKE.COM | 13/09/2018 09:20
Dana Hearing Anggota DPRD Rp 100 Juta per Bulan, Pastor Anselmus: Sangat Tak Masuk Akal
Kantor DPRD Kabupaten Merauke yang terletak di Jalan Brawijaya – Jubi/Frans L Kobun

Metro Merauke – SKP Keuskupan Agung Merauke ikut menyoroti dana hearing 30 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke yang sangat fantastis dan dinilainya tak masuk akal.

Untuk Ketua DPRD Merauke, Fransiskus Sirfefa mendapatkan Rp 150 juta tiap bulan. Sedangkan dua wakil ketua lain yakni Marotus Solikah dan Beny Latumahina masing-masing menerima Rp 120 juta.

“Saya mempertanyakan apakah setiap tahun dana hearing yang sangat besar itu diterima?  Jika baru tahun ini dialokasikan dan didapatkan, sudah dapat disimpulkan bahwa itu adalah kepentingan politik 30 anggota DPRD Merauke,” tegas Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo, MSC kepada Metro Merauke Rabu (12/8).

BACA JUGA: Hutomo Mandala Putra Maju Jadi Caleg dari Dapil Papua

Dikatakan, kepentingan politisnya sangat kental. Karena dengan dana yang diterima, sudah pasti para wakil rakyat  lebih banyak menggunakan untuk mencari dukungan  suara dari masyarakat di kampung-kampung.

“Bagi saya, dana setiap bulan yang diterima dengan nominal besar itu, sangat tidak masuk akal,” tegasnya.

Reses, lanjut Pastor Anselmus, menjadi tugas dan kewajiban semua anggota DPRD untuk menemui masyarakat sekaligus mendengar berbagai keluhan yang disuarakan. Hanya saja, menurut pastor, apakah dilakukan rutin setiap tahun.

BACA JUGA: DPR Papua Sahkan Keberadaan Kelompok Khusus

“Sepertinya tidak juga. Karena jarang terekspos melalui media cetak maupun online,” ujarnya.

“Tahun ini baru saya dengar ramai-ramai semua anggota DPRD Merauke mengunjungi konstituen. Ternyata ujung-ujungnya diketahui kalau dana hearing  itu, hanya ingin mencari dukungan suara agar terpilih tahun depan lagi,” kritiknya. (LKF)

METROMERAUKE.COM


BERITA TERKAIT