Mengapa Nasdem Tak Calonkan Kader yang Jadi Inkumben di Pilgub Jambi?
JAMBERITA.COM | 15/07/2020 11:20
Mengapa Nasdem Tak Calonkan Kader yang Jadi Inkumben di Pilgub Jambi?

JAMBERITA.COM- Kader NasDem Fachrori Umar secara mengejutkan tidak didukung oleh partainya. Partai besutan Surya Paloh ini memilih mengusung Walikota Jambi Sy Fasha pada Pilgub Jambi 2020. Padahal, Fachrori Umar berstatus sebagai Gubernur Jambi.

Pengamat Politik Dori Efendi mengatakan, akan selalu ada kejutan dalam dinamika politik. Baik itu mengenai sikap partai, konflik internal partai dan dukungan partai dalam kontestasi politik. Menariknya, terkadang partai tempat kader bernaung tidak mau mengusung kadernya sendiri untuk dimajukan sebagai kandidat dalam kontestasi.

"Terjadi kepada Nasdem yang memiliki 2 kursi di DPRD Provinsi Jambi menyatakan dukungannya kepada kader Golkar (Walikota Jambi) untuk di usung menjadi calon Gubernur. Padahal kader Nasdem tersebut adalah seorang Gubernur aktif Provinsi Jambi," katanya.

Ia mengatakan, setidaknya ada beberapa alasan kenapa ini bisa terjadi. Pertama, kader Nasdem sejak awal tidak menampakkan popularitas yang tinggi dibandingkan dengan kandidat lainnya. Ini terbukti dengan beberapa hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei nasional selalu meletakkan populeritas petahana di bawah kandidat lainnya.

"Kedua, kader Nasdem selama menjabat belum melakukan kebijakan yang sentral dan menyentuh terhadap sendi kehidupan masyarakat. Tentu kepemimpinan seperti ini menjadi pertimbangan oleh partai untuk mengusung kadernya. Apatah lagi dalam kondisi pandemi seperti ini, masyarakat yang merasa kecewa dengan pemimpinya bisa melakukan penghukuman politik saat pencoblosan nanti," ujarnya.

Ketiga, petahana tidak tidak memiliki kandidat wakil yang memiliki chemistry untuk dipinang dalam pilkada. Sejak bergulirnya pancalonan gubernur petahana kelihatan bimbang menentukan calon wakilnya. Bahkan dengan sikap terburu-buru petahana mengklaim wakilnya dari Bupati Tanjabar. Sebaliknya Bupati Tanjabar mendaftarkan diri menjadi calon gubernur.

"Keempat, Ketua DPD Partai Nasdem sejak awal tidak menampakkan sikap dukungan atau mau mengusung petaha untuk maju sebagai calon gubernur. Artinya, petahana selama ini memiliki krisis legitimasi di mata para petinggi politik," tandasnya. (am)

JAMBERITA.COM


BERITA TERKAIT