Polda Jambi Sebut Sudah Amankan 300 Ton Minyak Mentah dari Aktifitas Ilegal Driling
JAMBERITA.COM | 28/04/2021 20:06
Polda Jambi Sebut Sudah Amankan 300 Ton Minyak Mentah dari Aktifitas Ilegal Driling
Seorang anak melintas di sumur minyak Pertamina field Bunyu, Kalimantan Timur. TEMPO/Wahyu Setiawan

JAMBERITA.COM - Direktorat Resese Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi menutup sebanyak 612 sumur minyak ilegal yang berada di Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Penutupan ini dari kegiatan operasi Ilegal Drilling Siginjai Polda Jambi 2021, kurang lebih selama 20 hari.

Direskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany mengatakan pelaksanaan Operasi ilegal drilling dilaksanakan Polda Jambi berhasil melakukan kegiatan secara preventif dan juga penegakan hukum.

"Untuk penegakan hukum, Polda Jambi dan jajaran khususnya di wilayah Kec Bajubang Batanghari di Desa Bungku dan Pompa Air berhasil melakukan pengerusakan terhadap TKP kegiatan ilegal drilling," katanya, Senin (26/4/2021).

Kegiatan yang dilakukan yaitu penutupan 612 minyak Ilegal, dan 119 Bak Seller termasuk beberapa yang dijadikan tempat penampungan dan juga gudang.

Selain itu berhasil juga mengamankan satu orang tersangka di lokasi sumur, di wilayah Batanghari.

"Pada saat ditemukan tersangka juga sedang mengunakan narkotika jenis sabu. Kemudian tersangka lainnya baik diamankan di Kota Jambi, Muaro Jambi, Tebo dan di Batanghari. Pada saat melakukan pengangkutan yaitu dengan menggunakan truk dan mobil tangki. Sebanyak 12 perkara dengan 11 Tersangka," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, khusus perkara yang ditangani oleh Polda Jambi sebanyak tiga orang tersangka, yakni Rizali Ardanlel warga Riau yang berperan sebagai sopir, Andi Lala warga Sumatera Utara, sebagai Kernet. Keduanya kedapatan membawa minyak ilegal dengan mengunakan mobil tangki.

"Dan Muchtar Armoko Warga Sumatera Selatan berperan sebagai Transportir minyak mentah ilegal, di Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Untuk perkara lainnya mengenai Ilegal Drilling, sebagian perkara lainnya juga ditangani oleh Polres jajaran Polda Jambi," tuturnya.

Untuk tiga tersangka yang berada di Polda Jambi, yang kedapatan pertama di TKP ilegal drilling disalah satu sumur yang sedang melakukan kegiatan molot tetapi juga dalam kondisi mengunakan sabu.

Kemudian dua tersangka lainnya adalah yang diamankan pada saat penangkapan sebuah tengki yang akan melakukan distribusi minyak ilegal ke arah Dumai.

"Selain itu, Polda Jambi juga berhasil mengamankan barang bukti minyak ilegal sebanyak 78.000 liter selama operasi Ilegal Drilling siginjai 2021, dan apabila di akumulasi dari awal tahun 2021, hampir 300 Ribu Liter minyak mentah ilegal diamankan," bebernya.

Adapun total jumlah tersangka sebanyak 95 orang, dengan 79 perkara. Saat ini sebagian sudah sampai tingkat ke jaksaan sebanyak 46 perkara p21 dan lainnya masih dalam proses penyidikan. Dari 95 tersangka ada sebanyak 14 orang sebagai pemodal.

"Kedepan kegiatan ilegal drilling tersebut dapat berhenti dan masyarakat sekitar lokasi sumur dapat kembali beraktifitas normal melaksanakan kegiatan ekonomi yang produktif sebelum ada aktifitas ilegal drilling tersebut," tambahnya.

"Kami juga melakukan upaya preventif menempatkan personil di beberapa titik terutama dilokasi yang kita lakukan penertiban ilegal drilling," pungkasnya.

jamberita.com


BERITA TERKAIT