Denda Masyarakat Atas Pelanggaran Covid-19 Terkumpul Di BPPRD Kota Jambi Sebanyak Rp 475 Juta
JAMBERITA.COM | 06/08/2021 08:40
Denda Masyarakat Atas Pelanggaran Covid-19 Terkumpul Di BPPRD Kota Jambi Sebanyak Rp 475 Juta
Warga mengendarai motor melintasi di Pos Penyekatan Mobilitas Masyarakat pada PPKM Level 4 Tahap 2depan Panasonic, Jalan Raya Bogor, Jakarta, Selasa 3 Agustus 2021. Warga bebas melintas pos penyekatan tanpa ada penjagaan petugas. Hanya barier yang berada disekitar lokasi penyekatan. TEMPO/Subekti.

JAMBERITA.COM - Sejak mulai adanya pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Jambi sudah memberlakukan beberapa kebijakan serta aturan kegiatan masyarakat. Sebagian peraturan diberikan sanksi berupa denda uang maupun sanksi fisik.

Hingga saat ini, dana denda yang sudah terhimpun di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi sebanyak Rp 475 juta.

Kepala BPPRD Kota Jambi, Nella Ervina mengatakan bahwa denda tersebut terhitung mulai tanggal 17 Juni 2020 yang berasal dari denda tidak menggunakan masker ataupun denda pelanggaran pelaku usaha di Kota Jambi.

"Selama ini masyarakat selalu mempertanyakan kemana dana yang dihimpun. Sejak berlakukan PSBB, PPKM Mikro, PPKM Darurat dan sekarang PPKM Level 4," kata Nella. Kamis, (5/8/2021).

"Untuk pelanggaran kita ada dua kategori yaitu pelanggaran penggunaan masker dan pelaku usaha. Masker ada 3.165 pelanggar dengan denda lebih kurang Rp 158 juta dan pelaku usaha sebanyak 78 dengan denda Rp 317 juta," tambahnya.

Alokasi denda tersebut dijelaskan Nella seluruhnya masuk kedalam kas daerah yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

"Ada juga yang kita alokasikan untuk penanganan Covid-19. Untuk penanganan Covid-19 seperti tenaga medis (honor, red), pemulasaran dan lainnya," jelas Nella. 

jamberita.com


BERITA TERKAIT