Soal Insentif Nakes, Gubernur Jambi Ancam Pecat Direktur RSUD Raden Mattaher
JAMBERITA.COM | 15/08/2021 07:13
Soal Insentif Nakes, Gubernur Jambi Ancam Pecat Direktur RSUD Raden Mattaher
Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) meneriakan yel-yel sebelum melakukan pergantian jadwal perawatan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa, 26 Januari 2021. ANTARA/M Risyal Hidayat

JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi Al Haris setelah mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Provinsi langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke RSUD Raden Mattaher, Jum'at (13/8/2021).

Ternyata kedatangan orang nomor satu di Jambi itu, berang. Karena mendengar kabar 500 Tenaga Kesehatan (nakes) di Rumah Sakit pelat merah tersebut belum menerima insentif. Terlebih, mereka sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Mencuatnya kabar tersebut berawal dari Anggota DPRD Provinsi Jambi Budiyako menyampaikan bahwa gaji Nakes tak dibayar sehingga dapat menjadi perhatian serius Pemprov Jambi.

"Di RSRM banyak papan ucapan prihatin insentif nakes tak dibayar dan nakes sempat demo, ini agar jadi perhatian pak Gubernur," ujar anggota dewan asal Fraksi Gerindra menginterupsi di saat penutupan sidang paripurna.

Menanggapi hal itu, Al Haris memutuskan langsung berjalan kaki ke rumah sakit. Saat di jalan menuju RS Ia pun bertemu Direktur RSUD Raden Mattaher dr. Fery Kusnadi dan sempat berbincang dan langsung melanjutkan sidak ke lantai 2.

Setiba di lokasi, Haris juga mendapati tak ada pejabat komite medik di ruangannya. Dan memutuskan rapat darurat bersama Sekda, Kepala Bakeuda, Direktur RSUD dan Wakil ketua DPRD yang ikut ke lokasi.

Al Haris mengatakan pelayanan harus diutamakan. Haris juga mengeluhkan bawahannya yang lama menandatangani pencairan insentif ini, padahal Pergub Refocusing sudah disahkan dan ditekennya.

"Kalau hal pelayanan jangan main-main titik. Kalau nakes mogok (pasien) covid ini siapa ngurusnya, saya mintak tolong cair dua hari ini, saya tak ngasih ampun pokoknya tak ada alasan senin harus cair diteken semuanya, dak ada alasan, bisa kamu," ujar Gubernur sambil menunjuk pegawai RSUD Raden Mattaher.

Haris menegaskan, pokoknya jangan lagi ada pada bidang pelayanan seperti ini. "Kalau semua mogok di nasional heboh. Kamu saya pecat ini kalau tak jalan ini fer," ujar gubernur kepada direktur RSRM dr. Fery Kusnadi.

Untuk diketahui sebelumnya, beredar sebuah foto yang menunjukan karangan bunga di depan RSUD Raden Mattaher di kawasan Telanaipura. Dimana dalam karangan bunga tersebut berisikan tentang ungkapan hati dari Nakes yang belum menerima insentif nya selama beberapa bulan.

"Turut berduka cita atas mati nya hati nurani Direktur dan Jajaran Keuangan RSUD Raden Mattaher yang tidak mengeluarkan insentif kami dari bulan Januari," tulis salah satu papan bunga tersebut.

Tidak hanya itu, satu papan lagi juga bertuliskan soal insentif. "Kpd Yth Direktur yang terpilih sebagai pimpinan paling lama dalam sejarah mengeluarkan insentif 2021," bebernya.

jamberita.com


BERITA TERKAIT