Ingin Barang Milik Negara Ditertibkan, Bupati Merangin : Jangan Jadi Temuan BPK
JAMBERITA.COM | 05/10/2021 15:57
Ingin Barang Milik Negara Ditertibkan, Bupati Merangin : Jangan Jadi Temuan BPK

JAMBERITA.COM, MERANGIN- Bupati Merangin Mashuri rapat Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) demi menertibkan aset negara.

Hal itu pernah disampaikan Bupati Merangin saat membuka rapat, juga bercerita masih menjadi kepala Dinas Pendidikan Merangin. Dirinya melihat banyak Aset tidak diselamat kan.

"Saya masih jadi Kadis Dinas Pendidikan masih banyak SD belum teratur aset. Seperti SD Inpres tahun 1980 an, hampir semua lahan tidak ada dokumennya. Tapi alhamdulillah secara berangsur angsur sudah kita tertibkan, " ungkap Bupati Merangin.

Menurut Bupati, dengan kerja pemerintah dan Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) mengelola amintrasi juga untuk kepentingan masyarakat.

"Demi kemajuan kita akan mengelola aset Tahun 2020 kita juga telah melelang aset kita yang tidak terguna lagi, hingga menjadi pendapat PAD Merangin, "jelas Bupati Merangin.

Dengan kerja sama ini harapan Bupati, aset pemerintah tidak bisa digunakan dapat dilacak keberadaannya.

"Kerja sama ini dengan KPKNL, semoga aset Merangin teratur cara kelolanya, "harapan Mashuri.

Selain itu juga Bupati menegaskan agar OPD terkait dapat bekerja semaksimal mungkin untuk mendata serta mengirimkan pelaporan barang milik negara yang menjadi aset pemerintah daerah dengan jelas.

Bupati mengakui hingga saat ini masih ada sedikit permasalahan dalam pengelolaan barang milik daerah sehingga sering jadi catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

‘’Target kita kedepan tentu tidak ada lagi barang milik daerah yang menjadi temuan-temua BPK, sehingga semua administrasi dalam pengelolaan asset daerah ini akan lebih rapi dan tertib,’’katanya.

Melalui kerja sama dengan pihak LPKNL Bupati berharap pengelolaan aset, pengelolaan keuangan, lebih baik dari tahun sebelum sebelumnya.

Disamping itu Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada pihak KPKNL jambi, karena tahun 2020 lalu, pemda sudah dapat melelang beberapa aset serta pemeliharaannya lebih tinggi.

"PAD masuk lebih kurang Rp 400 juta.  Target kita 1 Milyar. Maka dari itu kita percepat melalui kerja sama ini Semoga cepat teralisasi,"tuturnya.

"Pengelolaan aset, pengelolaan keuangan harus ada kemajuan lebih baik dari tahun tahun sebelumnya, kita harus semangat menyelesaikan aset daerah sehingga tidak menjadi temuan BPK," pungkasnya.

jamberita.com


BERITA TERKAIT