Hari ke-20, Lahan Akibat Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Batanghari Masih Terbakar
JAMBERITA.COM | 09/10/2021 19:21
Hari ke-20, Lahan Akibat Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Batanghari Masih Terbakar

JAMBERITA.COM - Lahan terbakar akibat ledakan minyak ilegal (Ilegal Drilling) di lokasi PT.AAS Wilayah Desa Bungku Kabupaten Batanghari masih menyala hingga hari ke 20.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Setiyono menyampaikan, untuk perkembangan api hingga hari ke 20 belum padam masih menyala.

"Akan tetapi tidak sebesar di hari pertama s/d hari kelima, di perkirakan tinggi api 5 meter ke atas," ungkapnya kepada awak media, Jum'at (8/10/2021).

Menurut Sigit, untuk kegiatan mitigasi pemadaman api terus berjalan dalam upaya pemadaman api. "Hari Kamis 7 Oktober 2021 sekira pukul 09.00 Wib S/D pukul 17.00 Wib telah dilaksanakan kegiatan Monitoring dan Pengamanan situasi," terangnya.

Monitoring sekaligus terkait pembersihan jalan menuju sumur minyak Ilegal yang terbakar itu dengan mengunakan Alat berat Excavator dan pengecekan persiapan pemadaman api.

"Akses jalan menuju lokasi kebakaran saat ini dalam keadaan kering dan bisa dilalui oleh Kendaraan R4 dan R2, jalan telah di lakukan perbaikan oleh excavator, cuaca di Lokasi 51 terpantau panas cerah berawan," ungkapnya.

Untuk api hingga sampai saat ini belum padam dan area kebakaran tidak meluas. Sedangkan Landasan dropzone atau landasan heli menggunakan kayu, saat ini sudah terpasang sudah diperkuat dengan cara di paku dengan titik kordinat 48 M 0304800, UTM 9763619 Elevation : 251 ft.

"Kegiatan pembersihan jalan menuju areal sumur ilegal drilling yang terbakar di KM 51 dengan mengunakan alat Excavator sudah selesai dikerjakan, bisa dilalui oleh kendaraan R4 ataupun R2," terangnya.

Embung permanen yang terdekat dengan Lokasi kebakaran berjarak lebih kurang 150 Meter juga siap digunakan sebagai alat pemadaman api, sesuai permintaan pihak pertamina yang akan digunakan untuk mesin pihak Pertamina dengan kedalaman 2,5 Meter, diameter luas lebih kurang 30 Meter sudah selesai dikerjakan.

"Melaksanakan patroli kembali dengan berjalan kaki di bekas areal yang telah terbakar untuk memonitoring apakah ada titik api baru terutama pada kayu-kayu yang telah lapuk dan kering kemungkinan mudah terbakar diseputaran lokasi tersebut namun tidak ada ditemukan titik api di areal lokasi tersebut," tegasnya.

Selanjutnya, Sigit menjelaskan kegiatan lean crealing pembersihan diseputaran tempat lokasi kebakaran dengan mengunakan alat berat Excavator 1 (satu) unit sedang dikerjakan dengan jumlah alat berat yang berada di lokasi saat ini hanya tinggal 1 (Satu) unit milik PT. AAS.

"Dua unit alat berat telah di tarik oleh pihak PT. AAS dan dilakukan perbaikan dan di Stanbay kan di Pos PT. AAS. Hari ini tidak ada legiatan Water Bombing di lokasi kebakaran," bebernya.

Sigit juga menyampaikan bahwa Jum'at (8/10) kemarin, BPBD Batanghari masih menunggu pihak Pertamina selaku teknis yang akan memadamkan Api di sumur minyak ilegal drilling yang terbakar juga melakukan monitoring di seputaran Sumur minyak illegal drilling yang terbakar agar tidak meluas. 

"Melanjutkan kegiatan Lean Crealing pembersihan diseputaran tempat Lokasi kebakaran dengan mengunakan alat berat Excavator 1 (satu) unit," pungkasnya.

jamberita.com


BERITA TERKAIT