Bupati Merangin Mashuri soal Penambangan Emas : Silakan Cari Nafkah, Tapi Jangan Merusak Ekosistem
JAMBERITA.COM | 20/10/2021 18:31
Bupati Merangin Mashuri soal Penambangan Emas : Silakan Cari Nafkah, Tapi Jangan Merusak Ekosistem
Kawasan kebun sagu yang terkena limbah merkuri di Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku, Rabu, 28 November 2018. ANTARA

JAMBERITA.COM, MERANGIN- Bupati Merangin Mashuri temukan Aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) berdekatan jalan Utama Desa Beluran Panjang Kecamatan Tabir.

Diduga PETI dilakukan oknum warga setempat, hingga merusak aliran Sungai Tabir. Aktifitas PETI secara terang terangan beroperasi di sungai Tabir juga merusak lubuk larangan Desa setempat.

Bupati Merangin H Mashuri saat di wawancarai Awak media mengatakan, bahwa dirinya sangat menyayangkan lubuk larangan Desa setempat dirusak untuk aktifitas PETI.

"Ini aset kita (lubuk larangan) untuk anak cucu kita, jangan dirusak. Pikirkan anak cucu kita di Beluran Panjang. jangan mengorbankan masyarakat lainnya, demi mengutamakan kekayaan untuk kepentingan diri sendiri," tegasnya.

Jika dibiarkan aktifitas PETI tersebut maka berdampak pada sungai dan rawan akan terjadinya Banjir. Karena aliran sungai sudah tidak menentu sehingga membuat Desa yang dihulunya akan terkena imbasnya.

"Jadi, saya menghimbau kepada masyarakat silahkan mencari nafkah, silahkan mencari emas, tapi dengan cara yang tidak merusak ekosistem," minta Bupati Merangin Mashuri.

Menurut Bupati, lubuk larangan bisa menopang untuk kebutuhan lauk pauk. Untuk itu sekali lagi mari kita bersama sama jaga dan lestarikan lubuk larangan sehingga kembali seperti biasa.

"Persoalan itu dengan segera berkoordinasi bersama pihak TNI-Polri," Tambahnya

Jika tindak lanjuti secepatnya, maka kasihan anak cucu kita kedepan disini desa Beluran Panjang akan mendapatkan imbas.

jamberita.com


BERITA TERKAIT