Kas Daerah di Jambi Sebanyak Rp2 Triliun Mengendap Belum Dieksekusi
JAMBERITA.COM | 15/08/2022 12:56
Kas Daerah di Jambi Sebanyak Rp2 Triliun Mengendap Belum Dieksekusi
ilustrasi uang

JAMBERITA.COM - Monitoring dan Asistensi penyerapan anggaran APBD tahun 2022 di sebelas kabupaten kota se-Provinsi Jambi menemukan terdapat kas sebesar kurang lebih Rp 2 Triliun mengendap alias belum dibelanjakan.

Inspektur Wilayah II Inspektorat Jendral (Itjen) Kemendagri RI Ucok A Damenta pun tak menapik bahwa memang banyaknya uang yang mengendap."Nah ini tidak benar, jadi semua rencana penganggarannya harus di eksekusi," tegasnya setelah rapat di Ruang Utama Kantor Gubernur Jambi, Jum'at (12/8/2022).

Untuk itu kata Ucok, sesuai pesan dari Inspektur Jenderal Kemendagri pihaknya melakukan penguatan kepada semua Inspektorat kab/kota untuk melakukan pendampingan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Jambi agar segera merealisasikan belanja dan pendapatan nya.

 "Sebenarnya (terjadinya kas mengendap-red), alasan alasannya klasik. Masalah sistem, kemudian masalah perangkat daerah itu hal hal klasik pada admistrasi, sebenarnya sudah klir semua kalau sudah klir, kenapa tidak di eksekusi, menunggu menunggu menunggu, menunda menunda, menunda pada akhirnya menumpuk ini tidak bagus," ujarnya.

Hal tersebut berdampak tidak baik terhadap keuangan daerah maupun dampak pada perekonomian. "Artinya jadi tidak sehat, ini kita genjot, kita dampingi kita beri keyakinan kita jaga kualitas nya dan segera realisasikan belanjanya," ujarnya.

Ucok mengungkapkan, selain terjadi kas 2 Triliun yang mengendap juga deposito juga ada sekitar Rp 7 Ratusan juta rupiah. Namun itu sebetulnya tidak terlalu menjadi masalah."Yang masalah itu kas Rp 2 Triliun nya itu mengendap, setelah kita lihat kita dalami, ternyata eksekutor nya belum eksekusi," pungkasnya.

 

**


BERITA TERKAIT