Pilkades Serentak di Kota Ambon Gunakan Sistem E-Voting
TERASMALUKU.COM | 03/06/2021 13:46
Pilkades Serentak di Kota Ambon Gunakan Sistem E-Voting
Ilustrasi pilkades serentak. ANTARA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan menggunakan sistem elektronik (e-voting) dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Dua dari delapan desa ditambah satu Negeri Adat di Kota Ambon akan menggelar Pilkades. Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Ambon, Emma Waliulu mengungkapkan hal itu saat memberikan keterangan pers di ruang Media Center Balai Kota Ambon, Rabu (2/6/2021).

“Untuk Enam Desa dan Satu Negeri Adat lainnya masih menggunakan sistem pemilihan manual, namun dengan penetapan protokol kesehatan, sesuai ketentuan Permendagri Nomor 72 Tahun 2020, yang merupakan perubahan kedua terhadap Permendagri 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa, yang mana harus menyesuaikan dengan kondisi pandemi,” kata Kabag seperti dilansir di webiste resmi Pemkot Ambon, https://www.Ambon.go.id.

Emma menjelaskan, pelaksanaan Pilkades serentak masih menunggu Peraturan Walikota (Perwali), sebagai dasar hukum pelaksanaannya, sementara itu, dua desa yakni Latta dan Galala, telah ditetapkan sebagai tempat simulasi pelaksanaan e-voting yang berbasis teknologi.
“Latta dan Galala menjadi pilihan karena jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) di kedua Desa itu paling sedikit jumlahnya dibandingkan dengan desa lainnya dalam pilkades serentak,” ungkap Emma.

Dikatakan, dengan sistem e-voting proses pemberian suara akan lebih akurat, karena langsung terkoneksi dengan KTP elektronik. Oleh sebab itu, NIK masing–masing pemilih harus sudah ter-validasi pada Dinas Dukcapil Kota Ambon.

“Makanya pemerintah desa akan lakukan sosialisasi ke masyarakat. Aturan 6 bulan menetap harus punya kependudukan baru, tapi ternyata ada yang sudah pindah bertahun – tahun data KTP belum berubah,” ujarnya.

Hal lain yang harus di koordinasikan sebelum pelaksanaan Pilkades, menurut Kabag, terkait dengan pengadaan alat e-voting itu sendiri, yang hanya diperuntukan untuk maksimal 500 orang pemilih. Karenanya, ia berharap ada kebijakan khsusus, jika kelebihan jumlah pemilih tidak terlalu banyak.

“Masih kita konsultasikan ke Kemendagri, jika kelebihan pemilih tidak terlalu banyak tidak perlu kita pengadaan alat lagi,” ungkapnya.

Kabag optimis Pilkades serentak dapat terlaksana tahun ini, untuk itu dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat sangat diperlukan.

“Target untuk Pilkades serentak paling lambat bulan September tahun ini, untuk itu mohon dukungan dari semua masyarakat,” tandasnya.

Selain Desa Galala dan Latta, diketahui keenam Desa lainnya yang akan melaksanakan pilkades serentak antara lain; Wayame, Poka, Hunuth, Nania, Waiheru, serta satu negeri adat yakni Hative Kecil.

 

terasmaluku.com


BERITA TERKAIT