Puluhan Siswa SMAN Siwalima Ambon Keracunan, Kadinkes : Sampel Spesimen Diuji BPOM
TERASMALUKU.COM | 18/11/2022 19:07
Puluhan Siswa SMAN Siwalima Ambon Keracunan, Kadinkes : Sampel Spesimen Diuji BPOM

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Puluhan siswa SMA Negeri Siwalima Ambon diduga mengalami keracunan, Jumat (18/11/2022) usai mengkonsumsi makanan.

Siswa mengalami pusing usai mengkonsumsi makanan yang diduga jatah sekolah dari catering.  Makanan disediakan pihak ketiga melalui sistem tender.

Siswa yang mengalami pusing mendapat pertolongan medis di sekolah tersebut. Bahkan korban lainnya dipasangi cairan infus.

Kapolsek Baguala AKP Meity Jacobus yang dikonfirmasi mengaku pihaknya sementara melakukan pengecekan atas peristiwa ini. “Iya sementara lagi dicek,” kata Meity.

Hingga berita ini diterbitkan pihak sekolah SMA Siwalima Ambon belum dapat dihubungi.

SMA Negeri Siwalima merupakan SMA unggulan milik Pemerintah Provinsi Maluku. SMA Boarding School itu berlokasi di Waiheru Ambon. Karena Boarding School, para siswa mendapat jatah makanan dari pihak catering.

Sampel Makanan diuji BPOM Ambon

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Wendy Pelupessy mengatakan hingga Jumat (18/11/2022) malam, sesuai data sementara Dinas Kesehatan Kota Ambon, tercatat ada 67 siswa pelajar SMA Negeri Siwalima Ambon yang jadi korban keracunan makanan. Sementara sampel makanan diuji BPOM Ambon.

Dari 67 orang ini terdiri dari laki-laki 15 dan perempuan 52 orang dengan rincian kategori tingkat keracunan yaitu ringan 25 orang, observasi atau pengamatan 38 orang dan yang diinfus 29 orang siswa. Yang menjalani perawatan di rumah sakit 9 orang dari jumlah itu.

“Data sementara 67 kasus, laki- laki 15, perempuan 52, dengan rincian ringan 25 orang, observasi 38 dan 29 yang di infus. Dirawat di RS yaitu 4 orang di RS Hative, 4 orang di RS Haulussy dan 1 di (RSUD) Umarela (Tulehu),” ungkapnya menjawab terasmaluku.com Jumat malam.

Sampel makanan yang diduga jadi penyebab puluhan pelajar SMA Negeri Siwalima Ambon alami keracunan kini diuji BPOM Ambon.

“Diuji di BPOM,”kata Pelupessy.

Hasil uji lab atas sampel makanan ini lanjut Pelupessy akan diketahui seminggu kedepan. Karena ada pemeriksaan mikroba.

“Saya baru konfirmasi dengan Ka (Kepala) BPOM Pemeriksaan, sampel baru diketahui hasil sekitar 1 minggu, karena ada pemeriksaan Mikroba,”terangnya.

Terpisah Kepala BPOM Ambon, Hermanto terkait uji sampel spesimen dari makanan yang diduga jadi faktor penyebab peristiwa keracunan makanan yang dialami puluhan siswa pelajar SMA Negeri Siwalima Ambon itu kini sedang diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

“Kami koordinasikan dengan Dinkes dan Labkesda, sampel spesimen sedang diuji di labkesda,” ungkapnya menjawab terasmaluku.com Jumat malam.

Atas kasus keracunan makanan ini dipastikan Hermanto, BPOM Ambon akan menginvestigasinya. “Tim kami (BPOM) besok lakukan investigasi kasus ini,” sambungnya.

 

**


BERITA TERKAIT