FSC Investigasi Dugaan Deforestasi Perusahaan Kertas Djarum Grup
BETAHITA.ID | 14/07/2020 11:30
FSC Investigasi Dugaan Deforestasi Perusahaan Kertas Djarum Grup

BETAHITA.ID -  Forest Stewardship Council (FSC) akan melakukan investigasi terhadap PT Bukit Muria Jaya (BMJ), perusahaan kertas kemasan milik Djarum Grup. Lantaran PT BMJ diketahui terhubung dengan dua perusahaan hutan tanaman industri (HTI) yang tercatat telah melakukan deforestasi puluhan ribu hektare hutan alam di Kalimantan Timur dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Komunikasi dan Media Yayasan Auriga Nusantara, Syahrul Fitra, mengungkapkan, rencana investigasi FSC ini dilakukan sebagai tindak lanjut pengaduan resmi yang disampaikan Auriga Nusantara pada Desember 2019. FSC juga mengindikasikan telah memulai pembicaraan dengan Djarum Grup mengenai kemungkinan pembentukan komitmen zero-deforestation secara terbuka di seluruh operasinya.

Syahrul menjelaskan, PT BMJ sebagai pemegang sertifikat lacak balak FSC diketahui terhubung dengan aktivitas penghancuran hutan alam yang dilakukan oleh dua perusahaan yang dioperasikan oleh Djarum Grup. Dua perusahaan dimaksud yakni PT Fajar Surya Swadaya (FSS) dan PT Silva Rimba Lestari (SRL). Dua perusahaan ini diduga melakukan penghancuran hutan alam seluas sekitar 32 ribu hektare dan mengkonversinya menjadi HTI antara 2013 hingga 2017 di Kaltim. Dengan rincian PT FSS seluas 19.221,45 hektare dan PT SRL seluas 12.780,81 hektare.

Deforestasi pada rentang 2001-2007 dan tutupan hutan alam tersisa dalam konsesi HTI PT FSS di Kalimantan Timur./Sumber: Laporan Beli Kayu Deforestasi Djarum Group di Kalimantan Timur, APP dan APRIL Langgar Komitmen Zero Deforestation.

 

Deforestasi dan tutupan hutan tersisa dalam konsesi HTI PT SRL di Kalimantan Timur./Sumber: Laporan Beli Kayu Deforestasi Djarum Group di Kalimantan Timur, APP dan APRIL Langgar Komitmen Zero Deforestation.

Ini mencakup lebih dari 17.500 hektare deforestasi antara tahun 2015 dan 2017, melebihi ambang batas FSC 10.000 deforestasi yang terjadi dalam lima tahun terakhir. Kedua perusahaan ini sebagian dimiliki oleh pemegang saham mayoritas PT BMJ, yang disertifikasi oleh FSC.

"Kedua perusahaan hutan tanaman industri (PT FSS dan PT SRL) dan PT Bukit Muria Jaya, pemegang sertifikat FSC sama-sama dikendalikan oleh Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, serta keluarga Hartono lainnya. Keduanya tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes," kata Syahrul, Selasa (7/7/2020).

Dijelaskannya, dari informasi dokumen Administrasi Hukum Umum (AHU) perusahaan-perusahaan tersebut diketahui Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono sebagai pemilik tidak langsung PT FSS dan PT SRL. Dua perusahaan tersebut dimiliki melalui sejumlah perusahaan lainnya.

 

Hubungan kepemilikan PT BMJ, PT FSS dan PT SRL yang sama-sama dimiliki oleh para pemilik Djarum Grup./Sumber: Kemenkumham, 30 Oktober 2019; Auriga Nusantara, 2019.

Dua konsesi tersebut juga diketahui merupakan pemasok kayu bagi Asia Pulp Paper (APP) Grup dan Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) Grup. Dengan demikian dua produsen pulp dan kertas terbesar di Indonesia itu juga patut diduga melanggar komitmen zero-deforestation mereka.

BACA LIPUTAN LENGKAPNYA DI BETAHITA.ID


BERITA TERKAIT