Harimau Sumatera Berkeliaran di Luar Kawasan Konservasi Jumlahnya Lebih Dari 70 Persen
BETAHITA.ID | 05/08/2020 15:55
Harimau Sumatera Berkeliaran di Luar Kawasan Konservasi Jumlahnya Lebih Dari 70 Persen

BETAHITA.ID - Lebih dari 70 persen habitat harimau sumatera berada di luar kawasan konservasi sehingga menjadi tantangan tersendiri terkait dengan pelestariannya, kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno.

“Distribusi dan areal jelajah harimau sumatera tumpang tindih dengan konsesi kehutanan,” kata dia dalam keterangan kepada Antaranews.com di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020.

Pelestarian harimau sumatera dinilai memiliki tantangan yang berat karena hewan tersebut tidak hanya tinggal di kawasan konservasi, tetapi juga berkeliaran di luar kawasan konservasi, salah satunya tersebar di dalam konsesi hutan tanaman industri (HTI).

Baca juga: Populasi Harimau di 5 Negara Berkembang, Bagaimana di Indonesia?

Untuk itu, sektor swasta terutama di bidang kehutanan perlu dilibatkan dalam upaya konservasi agar dapat memberi peluang bagi harimau sumatera bertahan hidup jangka panjang dan terhindar dari kepunahan.

Menurut dia, perlu kombinasi antara konservasi insitu atau usaha pelestarian alam yang dilakukan dalam habitat aslinya dengan konservasi eksitu atau pelestarian alam yang dilakukan di luar habitat aslinya.

Harimau Sumatera yang ditangkap BKSDA Sumbar di Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, yang dirawat di Pusat Rehabiliasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) . (Instagram/PR-HSD)

“Upaya insitu dan eksitu untuk mengetahui cara membangun, merehabilitasi dan pemanfaatan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan problem terbesar kerusakan lingkungan dan kematian harimau sumatera ada di faktor manusia. Pada 2020, ditemukan 700 jerat yang dipasang warga di sekitar kawasan konsesi.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono mengatakan bahwa hampir 99 persen harimau sumatera berada di luar kawasan konservasi, terlebih banyaknya konflik harimau sumatera dan manusia.

“Ini harus jadi perhatian, tidak mungkin kami bekerja sendirian menangani konflik ini. Karena hampir semuanya berada di luar wilayah konsesi. Kita harus bersama-sama menangani konflik,” ujar dia.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Iman Santoso menyebutkan lebih dari 70 persen habitat harimau di Sumatera berada di luar kawasan konservasi. Dalam hal ini distribusi dan areal jelajah harimau sumatera tumpang tindih dengan konsesi kehutanan.

"Pada areal konsesi perlu dialokasikan koridor satwa dan yang terpenting perlu pelibatan pihak swasta terutama di sektor kehutanan dalam mendukung konservasi harimau sumatera di luar kawasan konservasi yang terintegrasi pada skala bentang alam,” kata dia.

BETAHITA.ID


BERITA TERKAIT