Pasien Ningsih Tinampi Ribuan Sampai Daftar Tunggu 2021, Fenomena Pengobatan Tradisional Banjir Peminat
MEDANHEADLINES.COM | 05/12/2019 15:01
Pasien Ningsih Tinampi Ribuan Sampai Daftar Tunggu 2021, Fenomena Pengobatan Tradisional Banjir Peminat

MEDANHEADLINES.COM-Seorang Perempuan yang membuka praktek pengobatan alternatif bernama Ningsih Tinampi menjadi buah bibir. Wanita paruh baya ini menjadi terkenal di Indonesia. Pasalnya, wanita ini mempunyai puluhan ribu pasien. Bahkan jadwal tunggunya sampai tahun 2021.

Klinik pengobatan alternatifnya pun demikian, Ningsih Tinampi sampai kini sudah menerima antrean hingga mencapai 30 ribu. Jika dihitung sehari bisa menangani 100 orang, maka untuk pasien sebanyak 30 ribu orang baru akan selesai dalam waktu 300 hari nonstop.

BACA: 10 tahun Berlalu, Begini Nasib Ponari si Dukun Cilik

“Kalau daftar hari ini, giliran berobatnya Januari 2021,” kata petugas pendaftaran, Febi, di tempat pengobatan Ningsih, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Calon pasien yang mendaftar mendapatkan nomor antrean. Mereka dikenai biaya saat pengobatan sebesar Rp 300 ribu.

“Saya ke sini mendaftarkan orang. Orangnya masih di Taiwan, TKW,” kata salah satu pengantar pasien, Zainul Arifin, warga Tulangan, Sidoarjo, di lokasi. Zainul mengatakan ia sudah beberapa kali datang ke lokasi mendaftarkan calon pasien.

Udi, pengantar pasien lain mengatakan ia sudah daftar sejak empat bulan lalu dan dijadwalkan mendapat giliran hari ini. Tiap hari ada ratusan orang antre untuk berobat di rumah Ningsih. Antrean meluber hingga rumah-rumah warga. Sebagian lagi datang untuk mendaftar kemudian pulang.

Selain mengantre langsung, banyak juga pasien yang menyewa home stay di sekitar lokasi sambil menunggu giliran diobati. Melihat besaran uang pendaftaran, dalam sehari, Ningsih diprediksi bisa mendapatkan mahar pengobatan hingga Rp 60 juta.

Itu adalah uang dari jalur cepat, belum dihitung tarif biasa Rp 300 ribu per pasien. Kasarnya, jika Ningsih menangangi 40 orang pasien biasa, maka maharnya bisa mencapai Rp12 juta.

Sehingga diprediksi Ningsih bisa mengumpulkan mahar hingga lebih dari Rp70 juta. Apalagi mengingat tempat pengobatan Ningsih di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur selalu dipadati pasien. Diprediksi mendapat uang puluhan juta rupiah perhari,

Suka Berbagi Rejeki

Ningsih Tinampi rupanya suka bersedekah. Hal itu pernah terungkap dalam tayangan YouTube miliknya pada 25 Desember 2018. Dalam video itu Ningsih mengajak tim-nya berkeliling naik mobil dan membagikan nasi kotak. Tukang parkir dan orang-orang yang berada di jalanan menjadi sasaran Ningsih. Bahkan Ningsih dalam tayangan itu mengajak ngobrol para tukang parkir.

Sesekali ia bertanya ada berapa teman tukang parkir itu, sebelum memberi nasi kotak.”Pak ojo diguwak yo? Temenan lho pak (Pak jangan dibuang ya, Beneran ya),” ujar Ningsih kepada seorang tukang parkir. Ningsih Tinampi lalu melanjutkan perjalanan tersebut dengan bagi-bagi nasi.

Rupanya di bagasi belakang mobilnya ada puluhan nasi kotak yang siap dibagikan. Di tengah obrolan di dalam mobil, Ningsih Tinampi kemudian meminta berhenti. Ia memanggil tiap orang di jalan untuk diberi nasi. Pesannya selalu sama, ia tak mau makanan pemberiannya dibuang.

Tiap berhenti di pinggir jalan, Ningsih Tinampi memastikan semua orang kebagian. Bahkan saat bertemu tukang becak, Ningsih Tinampi sampai turun mobil untuk memberikan langsung nasi kotak. Ningsih menjelaskan jika pada hari itu ia membagikan nasi kotak sebanyak 120. Ia pun merasa senang nasi kotaknya bisa habis.

 


BERITA TERKAIT