Misteri Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan, Mengapa Polisi Gunakan Scientific Crime Investigation?
MEDANHEADLINES.COM | 16/12/2019 15:10
Misteri Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan, Mengapa Polisi Gunakan Scientific Crime Investigation?

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Agus Andrianto menduga kuat kematian hakim Jamaluddin (50) merupakan pembunuhan berencana. Hal itu diyakininya berdasarkan hasil analisis keterangan dan alat bukti yang ada.

Namun, jenderal bintang dua itu mengatakan pihaknya masih mendalami kasus agar bisa segera menyimpulkan siapa tersangkanya.

Analisa dilakukan terhadap hakim sekaligus Humas di Pengadilan Negeri (PN) Medan, itu melalui laporan laboratorium dan kedokteran forensik.

BACA: Resah Lingkungan Tercemar, Mahasiswa ITM Ubah Limbah Plastik Jadi Berdayaguna

“Pembunuhan berencana itu agak relatif butuh waktu untuk mengungkapnya. Jadi, mohon kesabaran dari rekan-rekan media,” kata Agus kepada wartawan di Medan, Sabtu (14/12).

Agus kembali menegaskan bahwa pihaknya akan tetap konsen untuk mengungkap kasus kematian Jamaluddin. Baik menggunakan scientific crime investigation (penyidikan berbasis ilmiah), tapi untuk membuktikan ini harus pelan-pelan dan tak bisa sembarangan.

“Penyidik punya keyakinan dan perkiraan, tapi itu kan enggak boleh diungkapkan. Kita akan terus melakukan pendalaman terhadap feeling penyidik. mudah-mudahan kita bisa segera menentukan siapa pelakunya,” ujar lulusan Akpol 1989 itu.

“Belum ada titik masuknya aja. Kalau sulit ya, katanya semakin bisa menyelesaikan perkara yang sulit akan lebih pinter. Jadi, kita belajar dari kasus-kasus yang terjadi,” sambungnya.

Karena ini terencana, lanjut Agus, aparat harus hati-hati, makanya alat bukti serta keterangan saksi terus didalami dan dievaluasi. Penyidik berusaha membuktikan kecurigaan atas suatu motif yang menjadi penyebab korban dibunuh.

Agus mengaku sampai saat ini pihaknya masih belum bisa menunjuk kepada siapa pelakunya. Alasannya, masih menganalisa keterangan para saksi yang ada, hasil labfor dan pemeriksaan kedokteran forensik.

“Lalu, kita menganalisa korban meninggal di mana, apa ia meninggal sebelum berangkat dari rumah atau diperjalanan. Ini kita lihat dari keterangan saksi dan alat bukti yang ada,” pungkas Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat pria ditemukan warga di dalam mobil Toyota Prado warna hitam BK 77 HD di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kec. Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11) siang.

BACA: Pindah Tugas, Kapolda Sumut Pamit Dengan Masyarakat Dan Para Bikers

Polisi yang mendapat informasi langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya identitas korban diketahui bernama Jamaluddin warga Perumahan Royal Monaco Blok B Nomor 22 Gedung Johor, Medan Johor. Pria 50 tahun itu ternyata seorang hakim dan sekaligus Humas di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Ya benar hakim, itu humasnya PN Medan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto, saat dihubungi wartawan, Jumat (29/11) malam yang lalu. (afd)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT