Tagih Utang Lewat Instastory Dijerat UU ITE, Kuasa Hukum Sebut Ada Bukti Transfer ke Ibu Kombes
MEDANHEADLINES.COM | 05/02/2020 10:20
Tagih Utang Lewat Instastory Dijerat UU ITE, Kuasa Hukum Sebut Ada Bukti Transfer ke Ibu Kombes

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Sidang kasus pelanggaran Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang menjerat Febi Nur Amelia sebagai terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Selasa 4 Februari 2020

Perempuan kelahiran 1990 itu diadili karena unggahannya menagih utang Fitriani Manurung, Istri Kombes Ilsaruddin yang juga Wakil Ketua PDI Perjuangan Kota Medan beberapa waktu lalu di media sosial miliknya.

Dalam Persidangan ini beragenda tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi terdakwa.

Saat memberikan tanggapannya, JPU Randi Tambunan menolak semua eksepsi yang dilayangkan penasehat hukum Febi pada sidang sebelumnya. Randi juga meminta Majelis Hakim yang diketuai Sri Wahyuni Batubara melanjutkan agenda persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Penolakan itu juga lantaran Febi dianggap dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan, mentranfusikan informasi elektronik, dokumen elektonik yang memuat penghinaan atau pencemaran nama baik.

“Menyatakan surat dakwaan JPU telah memenuhi Pasal 143 ayat 3 huruf b KUHAP. Kemudian, menetapkan bahwa keberatan oleh penasehat hukum terdakwa ditolak karena tidak sesuai dengan Pasal 150 ayat 1 KUHAP, tidak berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku,” ujar Randi.

Setelah mendengarkan tanggapan JPU, Hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda putusan sela.

Sementara itu, Penasehat Hukum Febi, Indra Gunawan Purba, mengatakan jika pihaknya punya bukti yang kuat terkait utang piutang itu. Namun dia enggan membukanya ke awak media.

“Buktinya transfer E- banking kemudian sudah kita sampaikan pada proses penyelidikan polisi, ada bukti tranfer ke suami pelapor karena memang awalnya meminjam uang itu, untuk kebutuhan suami,” ujar Indra usai persidangan

Menurut Indra, kasus ini janggal. Karena kliennya menagih utang yang merupakan haknya. “Jadi kalau kemudian orang memperjuangan haknya menagih utang kemudian dipidana, menurut kita itu menciderai rasa keadilan. Kita tetap menghormati proses hukum,” ujar Indra.

Sementara Febi yang diwawancarai wartawan menyatakan ia tetap optimis akan memenangkan perkara.

“Insha Allah optimis. Harapanya semoga hakim bisa kasih keputusan yang seadil adilnya,” ungkap Febi.
Sebelumnya, Febi harus berurusan dengan hukum karena unggahannya di media sosial soal utang Fitriani Manurung. Dia menagih utang itu lewat akun instagramnya.

Warga Kompleks Menteng Indah ini didakwa telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UURI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UURI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“SEKETIKA TERINGAT SAMA IBU KOMBES YG BELUM BAYAR HUTANG 70 JUTA TOLONG BGT DONK IBU DIBAYAR HUTANGNYA YG SUDAH BERTAHUN-TAHUN @FITRI_BAKHTIAR . AKU SIH Y ORANGNYA GK RIBET KLO LAH MMNG PUNYA HUTANG INI ORANG SUSAH BGT PASTINYA AKU IKHLASKAN TAPI BERHUBUNG BELIAU INI KAYA RAYA JADI HARUS DIMINTA DONK BERDOSA JUGA KLO HUTANG GK DIBAYAR KAN @FITRI_BAKHTIAR. Nah ini Yg punya Hutang 70 Juta Ini foto diambil sewaktu Dibandarjakarta Horor klo ingat yg beginian Mati nanti bakal ditanya lho soal hutang piutang.” Begitu bunyi unggahan yang diunggah Febi di akun @feby25052 medio Februari 2019.

Fitriani, istri dari Kombes Ilsarudin disebut berutang Rp70 juta kepada Febi. Dalam dakwaan kasus itu, Febi melakukan transfer ke rekening atas nama Ilsarudin melalui M- Banking Mandiri miliknya. Tahap pertama Rp50 juta dan tahap kedua Rp20 juta.

Dalam dakwaan tersebut, Febi juga dikatakan pernah menagih utang kepada Fitriani 2017 lalu. Saat itu Fitriani menyampaikan alasan jika dia belum bisa membayarnya.

Sayangnya setelah itu, Fitriani disebut langsung memblokir akun whatsapp dan nomor handphone Febi. Pada 2019, Febi kembali mencoba mengirimkan pesan lewat akun instagram. Namun Fitriani mengaku tidak mengenalnya dan tidak merasa mempunyai utang.

“Saya memosting unggahan itu karena akses saya terhadap beliau sudah tidak bisa. Jadi setelah saya posting itu, beliau baru ada respon. Responnya lapor ke polisi,” kata Febi beberapa waktu lalu.

Namun, Fitriani mengklarifikasi soal tuduhan utang Rp70 juta itu. Dia membantah pernah punya utang dengan Febi.

“Sama sekali tidak pernah. Boleh dia buktikan dari mana saja. Kalau saya terbukti punya utang, pastilah beliau duluan melaporkan saya. Bukti itu kan bisa dari SMS, dari WA. Masa sih kita ngutang. Rp70 juta itu kan uang banyak,” ungkapnya.

Fitriani pun menantang Febi untuk membuktikan soal utang piutang yang dituduhkan kepadanya. Kata dia jika punya bukti, Febi harusnya melaporkan dirinya kepada pihak berwajib.

“Kalau dia ada bukti ke saya, transfer, SMS atau WA silakan lapor. Hukum di Indonesia bukan hukum buat-buatan,” tegasnya. (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT