Ditengah Berkecamuknya Virus Corona, 5 Pekerja Asal Cina Kembali ke Lokasi Proyek PLTA di Kabanjahe
MEDANHEADLINES.COM | 10/02/2020 11:30
Ditengah Berkecamuknya Virus Corona, 5 Pekerja Asal Cina Kembali ke Lokasi Proyek PLTA di Kabanjahe

MEDANHEADLINES.COM, Karo – Lima orang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang baru kembali Dari China ke lokasi proyek pembangunan pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kandibata di Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara dikarantina Selama 14 hari untuk mengantisipasi penyebaran virus corona

Mereka diketahui tiba di Karo pada Senin (3/2) lalu. Sebelumnya mereka pulang ke Tiongkok sebelum Tahun Baru Imlek beberapa waktu lalu.

“Kita terus melakukan pemantauan terhadap kelima TKA asal tingkok yang kembali ke Karo,” Kata Kepala Dinas Kesehatan Karo Irna Safrina Sembiring Meliala, Jumat (7/2).

Irna menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya mendapatkan informasi terkait kembalinya TKA asal Tiongkok ke lokasi proyek. Mereka langsung melakukan pemantauan.

Ternyata, para TKA punya kesadaran sendiri. Mereka mengisolasi dirinya di dalam ruang masing-masing.

“Mereka sudah mengerti. Kayaknya dari negara mereka sudah dibekali. Karena mereka punya desinfektan sendiri, pengukur suhu tubuh sendiri. Dan mereka juga membatasi diri untuk kontak dengan orang lain,” ungkapnya.

Pihak Dinas Kesehatan setempat juga rutin melakukan pemeriksaan kepada kelima TKA Tiongkok.Sejauh ini tidak ada gejala-gejala yang mengarah mereka terinfeksi Corona.

Temperatur tubuh mereka juga normal. Masih berada di suhu 36,2 sampai 36,4 derajat celcius.

“Mereka akan menjalani inkubasi sampai tanggal 16 Februari mendatang. Nanti selesai masa inkubasi baru mereka bisa berinteraksi dengan yang lain. Rekan-rekan kerjanya juga meminta mereka tidak bekerja di kantor. Karena mereka itu rata rata manager, jadi mereka diminta bekerja di ruangannya dulu,” ujarnya.

Irna berpendapat kelima orang itu dalam keadaan baik. Apalagi untuk terbang ke Indonesia mereka juga melintasi beberapa bandara. Sehingga sudah pasti melewati proses screening.

“Info yang kami dapat, ada tiga teman mereka yang tidak dikasih keluar dari negaranya. Untuk yang disini, saya yakin mereka sehat. Tapi sesuai edaran harus tetap kita pantau. Mereka juga sangat kooperatif. Sehingga kita tidak repot,” katanya.

Bahkan, lanjut Irna, para TKA Tiongkok juga memasang garis pembatas di seputar kamar mereka supaya tidak ada yang mendekat. Pihaknya terus melakukan imbauan kepad  warga setempat untuk menghindari kontak dengan para TKA yang baru pulang sampai masa inkubasi selesai.

“Kita tetap lakukan sosialisasi, seluruh kepala Puskesmas juga sudah mensosialisasikan. Memang ad  kekhawatiran sedikit. Tapi udah aman. Kita sudah terangkan kemarin. Jadi mereka menganggap isolasi karena memang sudah positif. Padahal belum. Mungkin ada salah pemahaman saja,” pungkasnya. (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT