Intrik Asmara Bagai dalam Drakor, Rekonstruksi Pembunuhan Istri Tentara di Tapteng
MEDANHEADLINES.COM | 05/06/2020 16:35
Intrik Asmara Bagai dalam Drakor, Rekonstruksi Pembunuhan Istri Tentara di Tapteng

MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Polisi melakukan rekonstruksi Kasus pembunuhan terhadap Ayu Lestari (26) yang dilakukan di Mapolres Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis (4/6).

Dalam adegan rekonstruksi dengan 17 adegan ini , ada tiga orang terduga pelaku yang dilibatkan karena ketiga terduga pelaku memiliki peran masing-masing dalam menghilangkan nyawa AL.

Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto menyebut, dalam kasus ini korban yang merupakan istri anggota TNI diduga dibunuh oleh suaminya sendiri. “Dalam reka ulang, semua bukti sudah kita siapkan,” kata Nicolas.

Dalam reka adegan yang dilakukan itu, kata Nicolas, dari segi pengamanan, pihaknya juga melibatkan Kepolisian dan Polisi Militer. Dari sana, tiga terduga pelaku melakukan masing-masing perannya dalam melakukan pembunuhan terhadap AL.

“Dua orang perempuan yang diduga ikut dalam pembunuhan terhadap korban juga ikut serta dalam rekonstruksi yang dilakukan,” katanya.

Nicolas mengatakan, dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh tiga terduga pelaku karena masalah asmara. Suami AL diduga selingkuh dengan salah satu terduga pelaku. Kisahnya bagai dalam drakor, drama Korea.

Perempuan berparas cantik tersebut diduga dibunuh oleh suaminya karena mengetahui hubungan asmara tersebut.
“Motif dasarnya masih kita dalami. Untuk sementara motifnya karena asmara,” kata Nicolas.

Menurut Nicolas, dari adegan yang dilakukan, ada dugaan perencenaan pembunuhan terhadap AL yang telah dirancang oleh tiga terduga pelaku.

Selain suami korban, ada dua perempuan yang diduga turut berperan dalam perencanan pembunuhan itu. Salah satunya selingkuhan suami AL.

“Dua warga sipil yang terlibat akan menjalani peradilan umum. Keduanya akan dikenakan pasal 340 pembunuhan berencana dengan acaman 20 tahun penjara atau seumur hidup,” katanya.

Terpisah, Kepala Oditur Militer (Kaotmil) I-02 Medan, Kolonel Sus Jamingun tidak berkomentar banyak terkait rekonstruksi yang dilakoni oleh anggota TNI tersebut.

Menurut Jamingun, pihaknya hanya menunggu persiapan berkas dari penyidik Denpom. “Terkait persidangan akan terbuka secara umum dan tidak akan ditutup-tutupi,” katanya.

Jamingun mengaku, saat ini Pengadilan Militer sudah di bawah Mahkamah Agung. Dan semua putusan terhadap terduga pelaku bisa diakses. “Dan kami juga sedang berkoordinasi kemungkinan sidang bisa dilaksanakan di Sibolga dengan meminjam tempat. Jadi masyarakat bisa nanti melihat proses persidangannya,” katanya.

Sebelumnya, kematian istri tentara tersebut viral di dunia maya. Kerangka AL ditemukan pada Rabu ( 20/5) lalu. Dalam olah TKP yang dilakukan, polisi membawa beberapa barang bukti. Salah satunya kerangka AL.

Sementara dalam kasus ini, sang suami yang diduga melakukan pembunuhan tersebut ditahan oleh pihak Denpom Sibolga. Selain itu, polisi juga membawa dua perempuan yang diduga terlibat dalam pembunuhan terhadap istri anggota TNI itu (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT