PNS Pelaku Pungli Pengurusan KTP Mengaku Bercanda, Camat: Main-mainnya Sudah Kelewat Batas
MEDANHEADLINES.COM | 10/06/2020 09:40
PNS Pelaku Pungli Pengurusan KTP Mengaku Bercanda, Camat: Main-mainnya Sudah Kelewat Batas

MEDANHEADLINES.COM – Video dugaan pungutan liar (Pungli) terkait pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, Sumut kembali viral di Media Sosial

Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNSI) terekam kamera menyampaikan tarif pengurusan KTP sebanyak Rp 100 Ribu,Padahal Tidak ada tarif dalam pengurusan KTP Tersebut alias gratis.

Dalam video yang berdurasi 57 detik, oknum PNS perempuan itu terekam sedang menyortir KTP di tangannya. Dia kemudian menanyakan nama.

Belakangan, dia menawarkan pilihan pengurusan KTP. “Mau yang cepat atau mengantre?” tanyanya.

Jika mau cepat, kata perempuan itu, masyarakat biasanya membayar Rp100 ribu. Lama pengurusannya berkisar satu sampai dua minggu. Jika jalur normal, maka KTP selesai lebih lama.

“Kayak ginilah dia, bisa sebulan atau dua bulan,” katanya sambil menunjukkan tumpukan KTP dalam plastik.
Saat dikonfirmasi, Camat Batangkuis Avro Wibowo langsung mengklarifikasi jika dia sama sekali tidak pernah menyuruh anak buahnya untuk mengutip uang dalam pengurusan KTP. Apalagi nominalnya sampai Rp100 ribu. Lantaran pengurusan KTP gratis tanpa dipungut biaya apapun.

“Itu inisiatif sendiri. Kebenaran dari video viral itu saya masih minta pertanggungjawaban,” ungkap Avro yang dikonfirmasi, Selasa (9/6)

Avro sudah menanyai anak buahnya itu. Dan yang bersangkutan mengatakan jika penawaran paket pengurusan KTP itu dilakukan karena bercanda.

“Saya sudah tanya, dia tau divideokan. Dia jawab tau. Dia mengatakan itu main-main saja. Saya bilang main-main dia itu sudah terlewat batas,” ungkap Avro.

Avro mengaku sudah memindahkan oknum pegawai dari bidang pelayanan KTP. Dia juga sudah bersurat dengan Bupati Deli Serdang untuk tindak lanjut dugaan pungli itu. Avro juga menunggu sanksi yang akan diberlakukan dari inspektorat.

Pihaknya juga masih menelusuri kebenaran video itu. Lantaran di dalam video oknum pegawai tidak menerima uang.

“Kita juga meminta proaktif masyarakat untuk melakukan pengawasan. Minimal laporkan ke atasannya dulu. Jangan langsung memviralkan. Klarifikasi juga ke kita. Terus terang saya terkejut,” pungkasnya. (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT