Ayah Tiri Pelaku Pembunuhan Dua Bocah di Medan Mengaku Sakit Hati Karena Dibilang Pelit
MEDANHEADLINES.COM | 24/06/2020 10:40
Ayah Tiri Pelaku Pembunuhan Dua Bocah di Medan Mengaku Sakit Hati Karena Dibilang Pelit

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Petugas kepolisian berhasil meringkus Rahmadsyah (30) pelaku pembunuhan terhadap 2 orang bocah yang merupakan anak tirinya sendiri di kawasan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang, Minggu (21/6).

Usai ditangkap, Polisi pun langsung melakukan pra rekonstruksi di kediaman tersangaka di Jalan Brigjen Katamso, Gang Abadi, Kecamatan Medan Maimun,Pada Senin (22/6).

Dari keterangan pelaku, ia mengakui jika dia sakit hati hingga tega membunuh kedua anak tirinya yaitu Iksan Fatilah (10) dan Rafa Anggara (5).

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko yang langsung memimpin pra rekonstruksi menjelaskan, jika kedua anak tersebut awalnya diantarkan oleh ibunya ke rumah neneknya, Jumat (22/6). Sang ibu pun berangkat bekerja.

Malam harinya, anak-anak tersebut pulang ke rumah dan sempat menonton televisi dengan ayah tiri mereka. Kedua bocah tersebut pun membujuk ayahnya untuk membelikan es krim. Rahmadsyah pun menjawab jika dia tidak memiliki uang.

“Ini baru pengakuan awal dari tersangka yah. Kemudian si anak-anak ini bilang ayah pelit dan dia akan meminta ibunya untuk mencari ayah baru,” ujar Riko, Senin petang.

Lantaran kesal, Rahmadsyah kemudian memgang bagian tengkuk kedua bocah itu dan langsung saling membenturkan kepala mereka. Kemudian Rahmadsyah, kembali membenturkan kepala dua anaknya ke dinding dan lantai berkali-kali

“Kemudian dia melihat. Ternyata masih bergerak, dia menginjak perut dan dadanya. Kemudian dia cek nadinya tidak ada, Baru yang bersangkutan membuang jenazah ke samping sekolah Global Prima lewat lorong di sebelah rumahnya,” ujar Riko.

Setelah dipastikan tewas, pelaku membuang jenazah di samping Sekolah Global Prima. Penyidik juga masih mendalami apakah pelaku pernah melakukan kekerasan terhadap kedua bocah malang itu sebelumnya.
Sang istri Fahtulazanah pun curiga kenapa anak-anaknya tidak terlihat di rumah. Dia bertanya kepada suaminya. Saat itu tersangka tampak ketakutan.

Lantas pelaku pergi dari rumah. Dia pun kemudian mengabarkan kepada istrinya lewat pesan singkat di facebook, jika dia telah membunuh kedua anak Fahtulzanah.

Sang istri pun langsung mencari keberadaan anak-anaknya di seputaran sekolah. Jenazah bocah malang itu ditemukan di dalam parit dalam keadaan berlumuran darah.

Kejadian itu langsung dilaporkan. Hingga akhirnya pelaku tertangkap. Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan urine. Hasilnya, pelaku negatif dari narkoba atau zat terlarang lainnya. Pelaku juga terancam dengan hukuman pasal berlapis tentang pembunuhan dan perlindungan anak.

“Kita terus mendalami kasus ini,” pungkasnya (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT