KPK Sebut Sumatera Utara sebagai Urutan ke-4 Provinsi Terkorup, Begini Respon Gubernur Edy Rahmayadi
MEDANHEADLINES.COM | 26/06/2020 16:45
KPK Sebut Sumatera Utara sebagai Urutan ke-4  Provinsi Terkorup, Begini Respon Gubernur Edy Rahmayadi

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis data terbaru yang menyebut Provinsi Sumatera Utara berada di urutan ke-4 sebagai daerah paling korup di Indonesia dalam lima tahun terakhir atau sejak 2014 hingga 2019.

Dalam rilis tersebut, Sumatera Utara yang memiliki 64 kasus berada di bawah Jawa Timur (85), Jawa barat (101) dan Pemerintah Pusat (359).

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, Hal itu terjadi karena masih banyak pemimpin di Sumatera Utara tidak menjalankan amanah masyarakat, padahal dia berharap adanya zero korupsi.

“Berharap Zero kita ini, kalau masih korupsi terus, inilah kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin-pemimpinya,” kata Edy, Kamis (25/6).

Edy mengatakan, indikator banyaknya korupsi lainya, juga lantaran banyak pemimpin di Sumut yang tidak jujur, sehingga merugikan masyarakat.

“Yang ditangkap KPK ini kan pemimpin, nggak ada yang anak buah, pemimpinlah. Kalau pun ada anak buah dampak dari tidak terkontrolnya dari pemimpin,” tuturnya.

Ia pun terus mengimbau kapada setiap pemimpin di Sumut untuk menerapkan nilai kejujuran, ketulusan dan ikhlas dalam bekerja.

“Kalau sudah jujur ini kita cari referensinya, untuk menjadikan benar. Setelah benar mari kita hadapi semua,” tambahnya.

Sebelumnya, KPK menyebut kasus korupsi di sejumlah daerah itu didominasi oleh kasus suap fee proyek, pengadaan barang dan jasa, serta suap perizinan dan ketuk palu pengesahan APBD. (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT