Ketika Iklan Duka Cita di Koran Jadi Panduan untuk Mencuri
MEDANHEADLINES.COM | 13/07/2020 10:00
Ketika Iklan Duka Cita di Koran Jadi Panduan untuk Mencuri
Ilustrasi pencurian atau pembobolan rumah. chronicle.co.zw/

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pencuri di Kota Medan bernama Cece menjalankan aksinya berdasarkan iklan duka cita yang biasa dipasang orang Tionghoa di surat kabar atau media cetak.

Berbekal iklan duka cita yang ia lihat di media cetak, Cece 42 tahun lalu beraksi setelah keluarga yang berduka pergi ke balai sosial.

Polrestabes Medan mengamankan Cece, warga pinggir rel Jalan Gaharu Baru, Medan, dan Jalan Pendidikan III, Gang Baru Pasar 8 Tembung, Percut Sei Tuan, Deli Serdang dan penadah yaitu Binsar Parlindungan Siagian 49 tahun, warga Jalan Jermal XV Gang Sejahtera, Medan

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing mengatakan, pelaku ditangkap tim dari Subnit Jatanras Unit Pidum dari rumahnya, Kamis 2 Juli sekitar pukul 13.00 Wib

Martuasah mengatakan Cece ditangkap berdasarkan laporan dari Edwar 39 tahun, warga Jalan Veteran, Kelurahan Gang Buntu, Medan Timur. "Ia melaporkan rumahnya di Jalan Raksa, Medan Petisah, dibobol maling pada Rabu 16 Mei 2020 malam,” kata Martuasah seperti dikutip dari Medanheadlines.com 11 Juli 2020.

Martuasah menjelaska Cece masuk ke rumah korban saat rumah Edwar dalam keadaan kosong karena ia dan keluarganya sedang berada di Rumah Sosial/Balai Persemayaman GME Gloria di Jalan Bintang, Medan.

Saat pulang Edwar dan keluarganya terkejut melihat pintu kamar rusak. Isi kamar sudah berantakan. Barang-barang berharga yang disimpannya pun raib, yakni 200 gram emas batangan, uang tunai Rp 300 juta, USD 20.000 dan SGD 4.000.

Setelah dicek, pelaku masuk ke rumah korban dari lantai 3 dan merusak ventilasi lalu masuk ke lantai 2 dan lantai 1. "Tersangka keluar dari rumah korban melewati lantai 3 kembali,” jelas Martuasah.

Laporan yang dibuat Edwar ditindaklanjuti Satreskrim Polrestabes Medan. Mereka akhirnya mengidentifikasi Cece sebagai terduga pelaku. Pada Kamis (2/7) sekitar pukul 11.00 Wib, keberadaannya terdeteksi di Jalan Besar Pantai Labu, Deli Serdang. Tim Jahtanras pun memburunya

Beberapa jam kemudian Cece disergap di bengkel sepeda motor di kawasan Jalan Besar Pantai Labu. Setelah diinterogasi, pria ini mengaku melakukan pencurian di Jalan Raksa. Dia melakukannya bersama Faisal alias Etang (DPO).

Modus operandi pelaku yakni membaca surat kabar atau media cetak tentang berita duka cita, khusus orang Tionghoa. Kemudian mereka mengecek alamat tersebut dan mengintainya. "Ketika keluarga tersebut pergi ke rumah sosial tempat persemayaman barulah mereka membongkar rumah sasaran dan mengambil barang-barangnya,” kat Martuasah

Hasil pencurian di rumah Edwar dijual kepada Binsar. Hasilnya dibelikan Cece sepeda motor Honda CBR. Penadah barang curian itu pun ditangkap. Cece ternyata seorang residivis yang sudah melakukan pencurian di sejumlah lokasi.

“Yang bersangkutan sudah 5 kali masuk penjara dalam kasus pencurian dan narkoba,” jelas Martuasah. Seorang pelaku pencurian lainnya, Faisal alias Etang, masih diburu. Cece sempat dibawa untuk mencari rekannya itu.

“Tersangka berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap personel, sehingga personel melakukan tindakan tegas terukur yang mengenai kaki tersangka untuk dapat dilumpuhkan, selanjutnya tersangka di bawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat pertolongan medis,” tegas Martuasah. (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT