Kisah Pasang Surut Zulfandi Harahap Pereli Nasional Asal Medan
MEDANHEADLINES.COM | 07/08/2020 14:01
Kisah Pasang Surut Zulfandi Harahap Pereli Nasional Asal Medan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Di kalangan pereli nasional, nama Zulfandi Harahap sudah tidak asing lagi. Punggawa bengkel bILAZZ Medan ini sudah menunjukkan aksi-aksinya di beberapa sirkuit rally di seantero nusantara.

Saat disambangi Tim Medan Headlines, Zulfandi Harahap bercerita, ia mengenal reli sejak 1996. Ia pun mulai tertarik dengan olahraga ini. Sebab, ia merupakan sosok yang suka menguji adrenalin.

“Saya mengenal dunia rally ini dulu tahun 1996. Pertama kali, saya terjun ke dunia reli nasional memakai mobil Mitsubishi Leancer Galaxy yang bermain di kelas F2. Olahraga otomotif reli ini saya gemari, karena saya gemar terhadap olahraga yang menguji adrenalin,” katanya.

Disampaikannya, jika di banding offroad atau olahraga balap yang lainnya, ia lebih menyukai reli karena lebih menguji adrenalin yang tinggi.

Disampaikan Zulfandi, ia semakin tertarik berkecimpung lebih dalam ke dunia otomotif reli, karena ia juga memiliki bengkel mobil bILAZZ. Di titik itu, ia dapat memadukan olahraga dan bisnis.

“Keistimewaan tersebut dapat berhubungan dengan bisnis yaitu membuka bengkel, di mana dari hasil membuka bengkel ini saya dapat memperoleh sponsor juga untuk reli,” kata dia.

Hal yang berkesan bagi Zulfandi Harahap, pada  tahun 2018. Ia pernah jatuh pada titik dasar, dan hendak meninggalkan olahraga rally. Namun, saat itu juga ia berkomunikasi dan berbincang dengan perally nasional lainnya yang berasal dari Sumut, yakni Eddy WS.

“Pernah hendak berhenti. Namun, saat saya ketemu dan berbincang dengan salah satu perally nasional kita, Bang Eddy WS yang sudah 7 kali menjuarai gelar nasional, niat saya itu urung. Saya kembali semangat, dan tetap mencintai olahraga ini, dan berkecimpung di dalamnya,” katanya.

Zulfandi bercerita, rally memang memerlukan biaya yang besar, tetapi apabila pereli memiliki bakat yang bisa diasah lebih baik, tentu banyak sponsor yang akan datang. Hal itu pun memudahkan dalam menjalani event reli.

Ia pun berharap, ke depannya, akan semakin banyak perally yang lahir dan besar di Sumatera Utara. “Harapan saya setelah pandemi ini berakhir, semoga tumbuh lah bibit bibit baru dan anak muda yang memiliki bakat bakat luar biasa di dunia otomotif reli,” katanya. (tim)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT