Cerita Pemilik Kucing Ditertawai Polisi di Polsek Saat Laporkan Kasus Jagal dan Mutilasi Kucing
MEDANHEADLINES.COM | 29/01/2021 13:10
Cerita Pemilik Kucing Ditertawai Polisi di Polsek Saat Laporkan Kasus Jagal dan Mutilasi Kucing
Palmerston, kucing yang berada di kantor Luar Negeri Whitehall guna memburu tikus-tikus yang ada di kantor tersebut. dailymail.co.uk

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kasus praktek jagal dan mutilasi kucing di Medan sempat diabaikan oleh pihak kepolisian. Bahkan polisi disebut sempat ketawa ketika pemilik kucing melaporkan kasus ini.

Hal itulah yang dialami oleh sonia pemilik akun Instagram IG @soniarizkikara. Sonia mengatakan dirinya sempat ditertawai saat melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Video aksi jagal terhadap kucing itu dibagikan di Instagram oleh akun @soniarizkikara pada Rabu 27 Januari 2021.

Sonia mengatakan, aksi jagal dan mutilasi kucing ini ia ketahui setelah kucing peliharaannya hilang.

Sonia, yang merupakan warga Medan itu pun mengajak temannya mencari kucing tersebut. Kemudian, dia menerima informasi dari seseorang yang melihat kucingnya dimaksukkan ke goni di kawasan Jalan Tangguk Bongkar 7 Medan, Mandala, Medan Denai.

Sonia mengatakan sudah melaporkan kasus ini ke Polsek terdekat, tapi tidak membuahkan hasil. "Tapi sampai di Polsek polisinya enggak tahu pasal tentang kucing dan habis itu mereka (oknum polisi di Polsek tempatnya melapor) ketawa ketawa enggak jelas," katanya.

Padahal, kata Sonia, dirinya sudah membawa kepala kucing sebagai bukti ke Polisi. Dirinya bahkan dipingpong ke polsek lainnya karena kasus tersebut bukan berada di wilayah mereka.

"Tapi enggak lama kemudian saya dipanggil masuk ke dalam Polsek dan ditanyain dan akhirnya mereka nyuruh saya ke Polsek satuya lagi karena mereka bilang itu bukan daerah mereka,” tuturnya.

Dalam unggahannya, Sonia juga menyertakan gambar potongan-potongan anggota tubuh kucing-kucing yang mereka temukan di lokasi. “Kucing di situ dipotong potong, dikuliti untuk dimakan.

"aku sudah ke Polsek. Terus mereka kek ketawa gitu. Pasalnya pasal berapa ya. Kami bingungnya itu, terus sambil ketawa-ketawa orang itu,” kenangnya.

Sonia memastikan akan terus membawa kasus ini ke ranah hukum. Menurut dia, kasus ini bukan masalah ganti rugi, tapi dirinya ingin mencegah pembunuhan terhadap kucing itu bisa dihentikan.

“Aku ngelapor bukan masalah ganti rugi. Tapi biar kedepannya enggak ada lagi pembunuhan kek gitu. Kucingnya salah apa sih. Lokasi kejadian di Jalan Tangguk Bongkar 7 Medan. Saksi ada dan sebenarnya semua warga juga tahu, tapi ya diam aja. Insya Allah besok (hari ini) dicoba lagi ke jalur hukum,” pungkasnya

Kasus ini mencuat saat Sonia yang menceritakan tentang kucingnya yang hilang di Media sosialnya.

Kemudian wanita itu mendapat informasi bahwa kucingnya diambil seseorang dan ia bersama temannya mencoba mencari rumah orang tersebut.

Namun, Secara mengejutkan ia menemukan karung yang berisi potongan kepala beberapa kucing yang salah satunya adalah kucing peliharaannya

Unggahannya ini pun kemudian viral dan mendapat perhatian dari publik (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT