Gubernur Kepri Larang OPD Angkat Honorer, Kecuali untuk Guru
HARIANKEPRI.COM | 28/12/2021 11:46
Gubernur Kepri Larang OPD Angkat Honorer, Kecuali untuk Guru
Ratusan Perawat honorer saat menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, 16 Maret 2017. Dalam aksinya mereka meminta DPR RI memperhatikan nasib honorer Perawat dan tenaga kerja sukarela yang bekerja di lingkungan pelayanan kesehatan untuk diperlakukan sama seperti tenaga honorer Bidan dan tenaga medis yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai UU Aparatur Sipil Negara. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menegaskan kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri, untuk tidak mengangkat tenaga honorer.

“Sekarang OPD tidak boleh mengangkat honorer. Yang kita lakukan sekarang, kalau ada yang keluar, kita angkat yang baru. Itu pun kita selektif,” katanya, di Kota Tanjungpinang, kemarin.

Namun, kata Ansar, larangan itu ada pengecualian, khususnya bagi tenaga guru honorer. Hal itu dilakukan, untuk menyikapi kekurangan tenaga guru, utamanya guru mata pelajaran eksak yang ada di kawasan pesisir.

“Tapi itu saya suruh petakan dulu. Kalau betul-betul kurang akan kita tambah, dan sesuaikan dengan APBD,” jelasnya.

Selain itu, Ansar juga mempersilahkan kepada sekolah-sekolah untuk mengangkat tenaga guru yang gajinya dibayar dari uang komite.

“Kalau untuk guru komite itukan kebijakan sekolah, asalkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.(kar)

The post Gubernur Ansar Larang OPD Angkat Honorer, Kecuali untuk Guru first appeared on Harian Kepri.


BERITA TERKAIT