DBD Telan Korban Tewas, Warga Polman Galang Dana Fogging Lewat Medsos
SULBARKITA.COM | 04/12/2018 14:20
DBD Telan Korban Tewas, Warga Polman Galang Dana Fogging Lewat Medsos
Warga Desa Batetangnga persiapan fogging/Sulbarkita-Ahmad G

Polewali Mandar, Sulbarkita.com—Masyarakat Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang melakukan penggalangan dana fogging atau penyemprotan nyamuk melalui media sosial. Hal itu dilakukan karena mereka tak puas dengan hasil penyemprotan Dinas Kesehatan(Dinkes) Polman pada Senin, 26 November 2018.

“Kami ingin penyemprotan dilakukan secara menyeluruh,” kata Juliani, Ketua Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat( PATBM ) Sikadudu, Desa Batetangnga saat dihubungi via telepon seluler, Jumat 30 November 2018.

Sikap masyarakat itu adalah buntut dari peristiwa meninggalnya Rafli Alamsyah, 11 tahun, santri pondok pesantren Al Ikhsan Batetangnga yang diduga menderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Dugaan tersebut diperkuat penjelasan dokter kepada Sahabuddin, orang tua Rafli, yang mendiagnosa anaknya DBD sebelum meninggal, “Memang ada bintik merah dikeningnya dan keluar darah dari hidung,” katanya pada Ahad lalu.

Juliani bersyukur penggalangan dana lewat media sosial facebook pribadinya itu sudah menuai hasil. Hingga sekarang uang yang terkumpul mencapai Rp 6 juta rupiah. Para penyumbang di antaranya adalah perantau asal Polman di luar negeri seperti Kuala Lumpur dan Sabah Malaysia, "Mereka yang menjadi TKI kumpul-kumpul dana kemudian ditransfer ke sini, " kata dia.

Juliani mengatakan sumbangan bakal digunakan untuk membeli bahan bakar alat fogging. Sisanya untuk membiayai honor operasional operator fogging. Ia berharap anggaran tersebut cukup apalagi obat fogging disiapkan oleh Dinkes Polman.

Kepala Seksi Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Polman Arfah mengatakan pemerintah sudah berusaha keras memenuhi keingianan warga untuk fogging. Buktinya penyemprotan di tiga titik yang menjadi endemik DBD di Desa Batetangnga telah dilakukan, “Kami akan turun lagi Senin pekan depan (3 Desember),” katanya.

Namun Arfah mengakui anggaran fogging Polman terbatas. Pada APBD 2018 hanya sebesar Rp 40 juta. Bahkan turun Rp 10 juta di APBD 2019 menjadi Rp 30 juta. “Biaya fogging juga lumayan untuk satu titik saja total Rp 1 juta. Itu termasuk bahan bakar dan honor tenaga penyemprotan,”tuturnya. AHMAD G.

SULBARKITA.COM


BERITA TERKAIT