Pegawai Samsat Polman Gelapkan Puluhan Juta Pajak STNK
SULBARKITA.COM | 30/07/2019 17:46
Pegawai Samsat Polman Gelapkan Puluhan Juta Pajak STNK
Kepala UPTB Samsat Polman Hasrat Kaimuddin / Sulbarkita.com-Ahmad

Polman, Sulbarkita.com -- Seorang pegawai Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Polewali Mandar berinisial As diduga selewengkan pembayaran pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sejumlah wajib pajak.

Kasus ini terungkap lantaran salah seorang warga mengeluh STNK-nya tak kunjung terbit, padahal ia sudah melakukan pembayaran kepada As sejak April lalu. “Sejak April saya urus dan biayanya sudah dibayarkan. Tapi menurut pegawai Samsat, katanya ada masalah dan petugasnya itu sudah dipecat. STNK asli saya masih dia pegang,” tuturnya kepada Sulbarkita.com, Rabu, 24 Juli 2019.

Bukan hanya itu, ia juga heran karena Kepala Samsat mengaku tidak bertanggungjawab atas kejadian tersebut. “Saya datang ke kantor Samsat membayar pajak STNK kepada salah satu pegawai di sana dan diberikan resi,” kata dia.

Kepala UPTB Samsat, Polman, Hasrat Kaimuddin mengatakan, pegawai pajak tersebut telah dipindahkan ke Kabupaten Mamuju. Bahkan ia sudah kerap kali melakukan pelanggaran termasuk penggelapan pembayaran STNK wajib pajak.

“As itu sudah pernah saya buatkan surat pernyataan agar tidak melakukan perbuatan itu, tapi dia melanggar lagi. Karena hal itu, akhirnya saya minta dia dipindahkan,” ujarnya.

Meski demikian, Hasrat enggan bertanggung jawab atas pengembalian dana pembayaran STNK wajib pajak yang digelapkan pegawai tersebut. Sebab kata Hasrat, pihaknya sudah memasang spanduk penyampaian kepada masyarakat.

“Spanduk itu tentang imbauan pembayaran STNK dan pajak kendaraan bermotor bukan tanggungjawab Samsat jika pembayaran tidak dilakukan di loker atau kasir resmi,” kata Hasrat.

Selain itu, Hasrat mengatakan, As sudah bekerja di Samsat Polman selama kurang lebih sepuluh tahun. Atas pelanggaran yang ia lakukan itu, ia pun telah diminta mengembalikan dana sebanyak Rp 40 juta.

“Namun pada Maret hingga April, ia kembali lagi berbuat demikian sehingga kami dorong dia ke Samsat tingkat provinsi karena kami tidak punya kewenangan mengeluarkan,” ucapnya.

SULBARKITA.COM


BERITA TERKAIT