Gelapkan Uang Pajak STNK, Pegawai Samsat Polman: Hanya Puluhan Juta Rupiah
SULBARKITA.COM | 30/07/2019 19:57
Gelapkan Uang Pajak STNK, Pegawai Samsat Polman: Hanya Puluhan Juta Rupiah

Polman, Sulbarkita.com -- Seorang pegawai Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Polewali Mandar berinisial As diduga selewengkan pembayaran pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sejumlah wajib pajak.

Kasus ini terungkap lantaran salah seorang warga mengeluh STNK-nya tak kunjung terbit, padahal ia sudah melakukan pembayaran kepada As sejak April lalu. “Sejak April saya urus dan biayanya sudah dibayarkan. Tapi menurut pegawai Samsat, katanya ada masalah dan petugasnya itu sudah dipecat. STNK asli saya masih dia pegang,” tuturnya kepada Sulbarkita.com, Rabu, 24 Juli 2019.

BACA: Membedah Tantangan Jurnalis di Sulbar

Bukan hanya itu, ia juga heran karena Kepala Samsat mengaku tidak bertanggungjawab atas kejadian tersebut. “Saya datang ke kantor Samsat membayar pajak STNK kepada salah satu pegawai di sana dan diberikan resi,” kata dia.

Kasat Reskrim Polres Polman AKP Syaiful Isnaini mengatakan telah menerima laporan informasi warga terkait dugaan penyelewengan pembayaran STNK. “Sudah ditangani unit Reserse Umum (Resum), terlapornya sudah diperiksa,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, As tak membantah telah menggelapkan sejumlah dana pembayaran pajak STNK. Namun ia berjanji tidak akan menghindar dari tanggungjawabnya itu. “Hanya puluhan juta rupiah, saya siap bertanggungjawab,” ujarnya kepada Sulbarkita.com via akun WhatsApp nya, Kamis, 25 Juli 2019.

BACA: Proyek Lampu Jalan Rp 3 M Kembali Digelar di Polman

As juga mengaku bukan hanya dirinya yang menilap uang pembayaran pajak STNK. Sejumlah rekannya juga pernah melakukan hal yang sama. Namun kasusnya, kata As, tidak muncul ke permukaan. “Padahal teman yang bermasalah kemarin yang sudah keluar juga dari Samsat lebih banyak juga dia larikan uang,” katanya menolak mengungkap identitas rekannya. “Mengapa kasus saya ini heboh, padahal sebelumnya banyak teman saya berbuat demikian,” ucapnya.

Ia pun berharap kasus tersebut tidak dibesar-besarkan karena dapat merusak nama baik instansi Samsat. Kasus yang menimpanya itu merupakan pelajaran bagi dirinya. “Saya sudah dikeluarkan dari kantor tapi saya tidak akan lari dari masalah ini,” katanya.

SULBARKITA.COM


BERITA TERKAIT