Pernah Diperbudak di Singapura, Eks TKI Asal Banjarnegara Kini Koma dan Utang Biaya Pengobatan Rp 50 Juta
SATELITPOST.COM | 14/11/2018 16:40
Pernah Diperbudak di Singapura, Eks TKI Asal Banjarnegara Kini Koma dan Utang Biaya Pengobatan Rp 50 Juta
KONDISI Sutini, eks TKI asal Banjarnegara.SATELITPOST/ISTIMEWA

BANJARNEGARA, SATELITPOST - Satu lagi cerita sedih datang dari eks tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Banjarnegara bernama Sutini (37). Diperbudak di Singapura, Sutini pulang ke Banjarnegara dan kini dalam keadaan koma di Rumah Sakit Emmanuel, Purwareja Klampok, Banjarnegara. Biaya pengobatan di RS Emmanuel mencapai Rp 50 juta. Sampai kemarin, kekurangan biaya pengobatan membuat Sutini belum bisa mendapat obat.

Kisah pilu Sutini dibeberkan oleh Ahmed Chomeini dari Front Mahasiswa Nasional Cabang Purwokerto yang mendampingi Sutini. Chomeini menceritakan, Sutini adalah seorang janda satu anak. Himpitan ekonomi membuat Sutini berangkat ke Singapura menjadi tenaga kerja wanita (TKW).

BACA JUGA: KPU Tetapkan 786.242 DPT Pemilu 2019

“Bu Sutini bekerja menjadi pembantu rumah tangga dengan berbekal kontrak atau perjanjian kerja selama dua tahun. Baru bekerja selama 6 bulan, Sutini dipulangkan ke Indonesia, tepatnya pada Sabtu tanggal 27 Oktober 2018,” kata Chomeini melalui keterangan tertulisnya, Selasa (12/11).

Chomeini mengatakan, saat di Singapura, perlakuan pada Sutini tidak manusiawi dan sebagian haknya dirampas. Selama satu bulan, gaji tak dibayar. Sementara, lima bulan gaji diambil pihak agensi. “Bahkan, Bu Sutini pernah dipukul oleh salah satu keluarga dari majikannya di Singapura hingga merasakan sakit di bagian kepala dan pinggang,” ujarnya.

Sutini juga tidak dibolehkan berkomunikasi melalui telepon genggam. Kartu SIM telepon genggam diambil oleh majikan. “Jika tertangkap tangan menggunakan telepon genggam, Bu Sutini dikurung di gudang selama 2 sampai 3 hari dan hanya diberi makan 1 kali dalam sehari,” katanya.

Setelah kerja enam bulan, Sutini pulang ke Indonesia. Sutini diantar majikannya sampai bandara. Lalu, berangkat ke Indonesia dan turun di bandara Yogyakarta. Setelah itu naik bus ke Banyumas. Dari Banyumas ke rumah di Banjarnegara naik ojek dengan biaya sendiri. “Saat dari Singapura kondisi Bu Sutini sudah dalam keadaan sakit,” ujarnya.

Setelah sampai di rumah, pihak keluarga mendapati kondisi Sutini yang semakin parah sakitnya. Akhirnya pada tanggal 28 Oktober, Sutini dibawa ke puskesmas dan dirawat hingga dua hari. Karena kondisi kesehatannya tak kunjung membaik, Sutini pun dilarikan ke Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara. “Hingga hari ini (kemarin, setelah sepekan lebih, red) masih dalam keadaan koma. Diagnosa dari dokter yang diketahui keluarga, Sutini mengalami sakit paru-paru, karena paru-parunya dipenuhi lendir ketika operasi,” ujarnya.

Di sisi lain, pihak agensi berupaya menemui keluarga Sutini. Setelah bermusyawarah pihak agen menyetujui untuk membayar biaya rumah sakit sebesar Rp 30 juta. Namun pihak agensi mengatakan bahwa keluarga juga harus membantu biaya pengobatan rumah sakit. Total biaya pengobatan mencapai Rp 50 juta. Sampai kemarin karena kekurangan biaya pengobatan, membuat Sutini belum bisa mendapat obat.

Di sisi lain, pihak agensi justru menyodorkan secarik surat pernyataan untuk ditandatangani oleh keluarga Sutini. Inti dari surat tersebut menyebutkan bahwa keluarga sewaktu-waktu tidak akan menuntut pihak agensi.

BACA JUGA: Babinsa Terima Motor Baru

Berdasarkan keterangan adik Sutini bernama Tino, sepulangnya Sutini ke rumah, ia tidak membawa dokumen apapun kecuali paspor. KTP milik Sutini ditahan. Sutini pulang hanya membawa uang sebesar Rp 185.000, untuk bayar ojek dari Banyumas Rp 160.000. Selain itu membawa sejumlah uang dolar Singapura, apabila dirupiahkan berjumlah Rp 2.400.000. Sementara, Chomeini mengatakan, pihaknya membuka donasi bagi Sutini. Informasi lebih lanjut bisa dihubungi di nomor 081548534553.

Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja Banjarnegara Imam Purwadi mengaku baru mengetahui kabar tersebut. Pihaknya pun melakukan pencarian data. Pihaknya pun akan menelusuri kasus tersebut. “Besok akan ke rumah yang bersangkutan,” katanya. (pan/oel)

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT